"Besok coba kita survei beberapa lokasi strategis dulu di pusat kota. Kalau emang dapet yang sreg di hati, lusa kita bisa langsung mulai action jualan," kata Pram sembari menyandarkan punggungnya di kursi penumpang, matanya menatap lampu-lampu jalanan kota yang mulai meredup seiring larutnya malam.Tari mengangguk senang dengan wajah yang nampak sangat bersemangat. "Makin cepet kita mulai, makin baik, Mas. Aku udah nggak sabar pengen liat orang-orang sini nyobain masakan kita. Pasti mereka bakal ketagihan!"Pram menoleh ke arah Tari, menatap wajah keponakan Sisil itu dengan sedikit rasa khawatir. "Tapi kamu kan belum sembuh bener, Mah. Masih agak pucat gitu mukanya, jangan dipaksa dulu kalau emang badan kerasa lemes.""Ya nanti sambil jalan kan pasti sembuh sendiri, Mas. Lagian aku bukan kena sakit kronis yang harus bed rest berbulan-bulan kok. Tenang aja, masih bisa lah kalau cuma bantu-bantu nyiapin bahan atau jagain kasir nanti," sahut Tari dengan nada ketusnya yang khas, menunjukk
Magbasa pa