"Pagi kayaknya, Mah, habis kalian buka kedai. Kalau kesiangan nanti aku malah ngantuk nyetir mobilnya. Perjalanan ke kota lama kan lumayan jauh, aku mau sampai di sana sebelum gelap biar bisa langsung cek keadaan rumah Bu Sisil," kata Pram sembari menutup kardus berisi ramuan herbalnya dengan lakban.Tari mengangguk pelan, wajahnya nampak sendu namun ia berusaha tegar. Ia mengelus pipi Pram dengan telapak tangannya yang lembut, merasakan sisa-sisa kehangatan pria yang sangat ia cintai itu. "Iya sih, bener juga. Lebih baik berangkat pas badan masih seger habis bangun tidur," ucapnya lirih.Sarah mendekat, ia berlutut di sebelah Pram lalu mengecup pipi prianya itu dengan penuh kasih sayang. "Karena besok bakal bahaya kalau kamu nyetirnya ngantuk, malam ini kita nggak usah 'nganu' ya, Pah. Perjalanan kamu besok lebih penting daripada sekadar urusan ranjang. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa di jalan cuma gara-gara begadang ngelayanin kami berdua lagi," tutur Sarah dengan nada yang sangat
Read more