Pram hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa. Ia justru sibuk mengelus rambut panjang Intan penuh perhatian, membuat Intan merasa menghangat hatinya.“Gimana, apa demamnya udah berkurang?” tanya Pram lembut.Intan mengangguk pelan. “Lumayan turun, Mas. Metodemu sangat efektif dan… enakkk!“ ia menjawab tanpa malu-malu.“Kamu suka?“ meski sudah tahu jawabannya, Pram tetap melemparkan pertanyaan klasik itu, hanya untuk memanjakan gendang pendengarannya.“He'em, pake banget,” Intan tersenyum manis, terlihat begitu seksi di mata Pram.“Habis ini aku mau di atas lagi tapi Mas duduk ya?" lanjutnya lagi.Pram terkesiap, kaget melihat daya tempur Intan yang seperti tak ada habisnya. “Kamu yakin?“ tanyanya sangsi."He'em, aku yakin kok. Aku masih kuat banget buat lanjut ronde tiga, Mas," jawab Intan dengan anggukan yang lebih bertenaga, seolah-olah gairah yang membara telah membakar habis rasa lemas setelah dua kali mencapai puncak.Pram menatap wajah Intan yang masih nampak kemerahan, ia me
Last Updated : 2026-02-14 Read more