Pram berdehem, mencoba tidak menatap terlalu lama pada bagian timun suri Dara yang menonjol di balik pakaian tipisnya. "Selain jagain jemuran Intan kalau hujan, mungkin nanti siang aku mau nyempetin jenguk Bi Surti lagi ke rumah sakit, Ra."Dara tersenyum senang. Di balik karakternya yang tegas dan berwibawa sebagai anak tertua, ia ternyata punya sisi manja yang jarang diperlihatkan. "Oh, bagus deh. Tapi sebelum ke sana, pijitin aku dulu dong. Kata Bunga, keahlian pijat Mas Pram itu jempolan banget, kata dia sakit kakinya langsung ilang setelah kena tangan Mas."Pram sedikit terkejut, namun otaknya langsung bekerja liar membayangkan tekstur kulit Dara. "Eh, emangnya bagian mana yang keseleo, Dara?"Dara menggeleng lemah, ia mendekati Pram hingga aroma parfumnya tercium sangat kuat, membuat meriam di balik celana Pram mulai menggeliat. "Nggak ada yang keseleo sih. Pijat capek seluruh badan aja di kamar aku. Badan aku rasanya kaku banget nih, Mas Pram."Pram menelan ludah, pikirannya
Last Updated : 2026-02-09 Read more