"Bi, permisi, aku mau bikin jus jeruk. Tari tadi minta dianterin ke atas," ucap Pram sambil melangkah masuk ke area dapur yang harum oleh aroma bumbu masakan.Bi Surti yang sedang merapikan rak piring segera menoleh, lesung pipitnya menyembul saat ia memberikan senyuman manis pada pria itu. "Eh, Mas Pram. Udah, biar Surti aja yang buatin jus jeruknya, Mas duduk aja dulu di situ, keliatannya capek banget abis nyapu halaman."Pram mengangguk patuh dan menarik kursi kayu di meja makan dapur, ia menyeka keringat yang membasahi dahi dan lehernya dengan kaos yang ia kenakan. "Iya nih, Bi. Lumayan gerah pagi ini, padahal masih jam segini.""Mau Bibi buatin kopi sekalian nggak, Mas? Biar badannya seger lagi," tawar Bi Surti sambil tangannya lincah membelah jeruk sunkist yang segar."Boleh deh, Bi. Kopi hitam aja, nggak usah pakai gula banyak-banyak," jawab Pram sambil memperhatikan gerak-gerik wanita janda beranak satu itu yang nampak sangat telaten.Bi Surti mengangguk kecil, kerlingan matan
Baca selengkapnya