"Tante, Intan cuma mau ada acara di luar bentar kok, nggak bakal lama juga," sahut Intan sambil menghentakkan kakinya ke tanah, membuat gaun pendeknya terangkat sedikit dan memperlihatkan paha mulusnya yang kencang.Cindy melipat kedua tangannya di bawah dada, menekan dua buah semangka ranum miliknya, namun matanya tetap menatap Pram dengan tajam. "Pasti ini semua pengaruh buruk dari pelayan itu, kan? Dia sengaja ngajak kamu buat yang tidak-tidak di luar sana, dasar nggak tahu diri kamu ya, Pram!"Pram menggelengkan kepalanya pelan, ia berusaha tetap tenang meski hinaan Cindy mulai terasa seperti duri yang menusuk telinga. "Maaf Bu Cindy, tapi ini sama sekali bukan ajakan saya, saya cuma menjalankan tugas buat mengawal Intan ke tujuannya."Cindy mendengus keras, hidungnya yang bangir nampak kembang kempis menahan emosi yang meluap-luap. "Alasan! Pelayan kayak kamu itu mana bisa dipercaya, paling juga kamu mau ajak Intan ke diskotik, biar mabuk, lalu kamu bisa bebas pegang-pegang dia,
Last Updated : 2026-02-19 Read more