“Tujuan semua akal dan tipu dayamu cuma satu, kan. Ingin nikah masuk ke Keluarga Darsuki.”Fiona sedikit angkat dagunya, sikapnya angkuh dan menjijikkan, penuh kesombongan yang buat orang muak. Benar-benar seperti pepatah: buah jatuh nggak jauh dari pohonnya. Tamara akhirnya tahu dari siapa sifat arogan Felix berasal.Hanya saja, ia nggak nyangka Fiona bisa sembunyikan watak aslinya selama ini, baru sekarang ditunjukkan.“Karena anakku begitu cinta kamu, aku juga nggak enak jadi penghalang. Jadi, Tamara, sebaiknya kamu nurut saja, lalu bantu anakku bangun kembali perusahaannya.”“Sudah cukup? Kalau sudah, diam saja.”Tamara benar-benar muak. Dari mana datangnya kepercayaan diri wanita ini, sampai kira putranya adalah harta karun yang nggak mungkin ditinggalkan siapa pun?Bagi Tamara, sekarang Felix nggak lebih dari permen karet basi, lengket, menjijikkan, dan sulit dilepaskan.“Lina, panggil satpam. Usir wanita ini.”Tamara melangkah lewati Fiona, hendak masuk ke kantor.Nggak nyangka,
Leer más