Felix menerobos maju dan menghadang jalan mereka berdua, suaranya penuh amarah.“Tamara, pantas saja akhir-akhir ini kamu kayak gitu! Ternyata sejak lama kamu sudah siapkan pengganti!”Ia marah sekaligus nggak bisa terima kenyataan itu. Di dalam hatinya ada perasaan yang sulit dijelaskan, campuran antara kesal, sakit, dan nggak rela.Selama ini, meskipun Tamara selalu menentangnya, ia kira wanita itu cuma sedang ngambek. Baru hari ini ia sadar, ternyata di hati Tamara sudah ada orang lain!Tamara melengkungkan bibirnya, merasa semua ini benar-benar konyol.Selama begitu lama mereka bersama, Felix bahkan nggak tahu kalau ia punya seorang kakak. Dulu, demi Felix ia sampai putuskan hubungan dengan keluarganya, keluar dari rumah, tinggalkan segalanya.Di mata Felix, ia hanyalah wanita biasa dari keluarga biasa.Ia nggak pernah benar-benar ingin kenal keluarga Tamara, apalagi berusaha dekati mereka atau minta restu.Baru sekarang Tamara sadar, sebenarnya Felix nggak pernah benar-benar pedul
Leer más