Malam mulai larut, para penumpang di dalam bus turun satu per satu.Lokasi proyek adalah tujuan terakhir, jadi di dalam bus hanya tersisa aku dan empat rekan kerja suamiku.Mereka pun tampak kelelahan karena perjalanan jauh, lalu bersandar di kursi dan mulai mendengkur halus.Aku juga memejamkan mata untuk menghemat tenaga, supaya nanti saat sampai di asrama, aku bisa menguras habis semua "simpanan bibit" suamiku selama beberapa hari ini.Entah sudah berapa lama berlalu, dalam keadaan setengah sadar aku mendengar para rekan kerja itu berbicara.Suaranya terdengar sangat pelan. "Sst! Dia sudah tidur belum?""Nggak tahu, coba Arga kamu cek ke sana," sahut salah satu temannya sambil mendorong.Aku merasakan sebuah tangan perlahan mendekat ke arah dadaku.Namun, rekan kerja ketiga segera menghalanginya. "Kamu bodoh, ya? Kalau perempuan ini belum tidur dan kamu ketahuan, habis kamu.""Sialan, aku benar-benar ingin menyikat perempuan gatal ini. Waktu main ke rumah Rendy dulu, aku sempat menc
Read more