Short
Malam Panjang di Bus Terakhir

Malam Panjang di Bus Terakhir

Von:  RichyAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Kapitel
2Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

"Nggak, jangan .... Empat orang terlalu banyak, aku nggak sanggup." Di dalam bus malam itu, empat rekan kerja suamiku menekanku ke kursi dan merenggangkan kedua kakiku dengan paksa. Salah satu pria yang berdiri di depanku melepas ikat pinggangnya, lalu menyabetkannya dengan keras ke pantatku. "Buka kakimu! Perempuan kayak kamu memang pantas puasin kami." Kemudian, dia merobek paksa celana dalamku yang sudah basah kuyup ....

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Namaku Devi, seorang istri yang punya daya tarik seksual tinggi.

Sejak kecil aku menyadari bahwa nafsuku sangat besar, aku bahkan sulit menahan diri saat melihat pria.

Namun, karena berpendidikan, aku tidak pernah sembarangan mencari pria.

Aku hanya memberikan kesucianku kepada suamiku. Sejak mencicipi kenikmatan pria saat itu, aku menjadi ketagihan.

Setiap hari aku memohon agar suamiku memuaskanku dengan kuat.

Namun, beberapa waktu ini suamiku bekerja di proyek, berbulan-bulan tidak pulang.

Tanpa belaian pria, aku merasa hampir gila karena menahan hasrat.

Aku sudah mencoba segala cara di rumah, tapi tidak ada yang berhasil. Rasa gatal ini benar-benar tidak tertahankan.

Hari ini aku menelepon suamiku. Aku mengatakan ingin menginap di asrama proyeknya selama beberapa hari, sekalian menemaninya agar tidak kesepian.

Demi memberikan kejutan untuk suamiku, aku sengaja mengenakan gaun seksi dengan kerah belah V.

Sepasang dadaku yang putih terlihat menonjol, sementara kakiku terbalut sepasang stoking hitam panjang yang menggoda.

Aku pun naik bus menuju lokasi proyeknya.

Bus itu penuh sesak dengan penumpang. Para pria tidak bisa berhenti mencuri pandang ke arah dada serta bagian bawah rokku.

Di bawah tatapan mesum mereka, aku mulai merasa gatal dan menyadari bagian bawahku sudah basah.

Dalam hati aku terus merapal doa, cepatlah sampai ke lokasi proyek, biar suamiku bisa memuaskanku.

Saat itu aku menyadari ada empat pria yang duduk agak menyerong di depanku, sepertinya mereka rekan kerja suamiku yang pernah kulihat di rumah.

Bau tubuh mereka mirip dengan suamiku, kulit mereka hitam terbakar matahari. Tubuh mereka sangat berotot karena sering bekerja kasar.

Sekilas saja sudah terlihat garang, kalau sampai mereka menekanku ke lantai ....

Pada saat itu mereka juga menyadari keberadaanku dan menyapaku.

"Kamu istrinya Rendy, 'kan? Mau samperin Rendy ya?"

Mereka berempat menatapku dari atas sampai bawah, membuat seluruh tubuhku terasa agak gerah.

Aku mengangguk. "Iya, kebetulan banget ya ketemu kalian di sini."

"Perjalanannya lumayan jauh, nanti setelah turun masih harus jalan kaki lagi. Kamu bareng kami aja."

"Boleh, terima kasih."

Selesai bicara, aku menggeser posisi dudukku. Tubuhku benar-benar terasa gatal dan tidak nyaman, ditambah lagi udara di dalam bus yang pengap membuat bagian bawahku mulai mengeluarkan cairan.

Saat itu, salah satu rekan kerjanya berkata dengan nada kesal, "Panas banget bus ini, nggak tahan aku."

Sambil menggerutu, dia melepas kaosnya dan memamerkan otot perut delapan kotak yang kekar.

Aku seketika kehilangan kendali, rasanya seperti ada semut yang merayap di bagian bawahku.

Dia menatapku lalu tersenyum. "Busnya pengap banget. Aku buka baju begini, kamu nggak keberatan, 'kan?"

"Ah, nggak apa-apa. Kalian 'kan teman kerjanya Rendy, nggak masalah kok," sahutku sambil melambaikan tangan dan tersenyum.

"Bagus kalau gitu."

Tak lama kemudian, rekan kerja yang lainnya juga ikut melepas kaos mereka. Tubuh mereka masing-masing terlihat lebih perkasa satu sama lain.

Aku terus-menerus menelan ludah, berusaha keras mengencangkan saraf demi melawan rasa gatal di dalam tubuhku.

Bus itu berguncang-guncang. Setiap kali ada gundukan, aku merasa seluruh tubuhku menegang.

Kalau terus begini, rasanya aku benar-benar tidak akan tahan.

Aku mengambil sebuah mainan kecil berwarna ungu dari dalam tas.

Selagi tidak ada yang memperhatikan, aku menyelinapkannya ke balik rok secara sembunyi-sembunyi.

"Huuuh ...." Aku pun menyandarkan tubuh ke sandaran kursi dengan nyaman sambil sedikit merenggangkan kedua kakiku.

Begitu aku menyalakan tombol getarnya, akhirnya aku merasa sedikit lega.

Pergi jauh begini memang nggak bisa kalau nggak bawa mainan.

Aku sedikit memejamkan mata. Hasrat di dalam tubuhku terlalu kuat, mainan kecil ini hanya bisa bertahan sebentar saja.

Aku pun hanya bisa berdoa semoga bus ini melaju lebih cepat.
Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
7 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status