Pemuda itu bicara dengan sangat yakin, membuat kerumunan di sekitar kembali gaduh dan ikut-ikutan meragukanku. Ada yang mengancam tidak akan membiarkanku turun dan akan membawaku ke kantor polisi. Aku hanya menyunggingkan senyum tipis, sama sekali tidak peduli pada hinaan mereka. Sekarang bukan saatnya untuk membalas. Aku harus membuat gadis ini mencapai puncaknya terlebih dahulu.Nanti, saat gadis ini memelukku sendiri dan memintaku untuk menciumnya, barulah aku akan menampar wajah mereka semua dengan telak. Kecaman orang-orang di sekitar semakin keras. Ada yang menyebutku penipu, sampah, hingga psikopat yang menggunakan cara licik untuk mengendalikan wanita. Pendeknya, segala sumpah serapah mereka keluar.Tepat saat itu, aku merasakan seluruh tubuhku menegang, dan tubuh gadis itu mengalami kontraksi yang hebat. Aku tahu, dia sudah mencapai puncaknya. Sekarang, giliranku yang memegang kendali.Aku merapikan resleting celanaku, memeluk gadis itu, dan bertanya lirih, "Bagaimana,
Read more