Share

Menaklukkan Gadis Polos di Bus
Menaklukkan Gadis Polos di Bus
Penulis: Richy

Bab 1

Penulis: Richy
Namaku Coki Bimana. Aku sudah membaca beberapa buku psikologi, dan aku tahu ada tipe wanita yang tetap diam meskipun dilecehkan.

Mereka adalah wanita yang berasal dari keluarga miskin dan kurang pergaulan, sehingga secara alami memiliki rasa rendah diri yang kuat.

Setelah memilah-milah, aku menetapkan target pada mahasiswi baru.

Mereka yang diantar keluarga dengan mobil pribadi biasanya orang kaya.

Target terbaik adalah gadis-gadis kecil yang menggeret koper mereka sendiri dan naik bus untuk pergi ke kampus.

Selain karena mereka sudah genap berusia delapan belas tahun, yang terpenting adalah sekolah-sekolah mereka sebelumnya sama sekali tidak memberikan edukasi keamanan seksual.

Ditambah lagi, selama ini mereka hanya fokus belajar dan jarang berinteraksi dengan dunia luar, membuat mental mereka sangat tidak dewasa.

Usiaku sudah tiga puluhan dan aku belum juga punya istri. Setiap hari aku merasa sangat sesak karena menahan hasrat, rasanya tubuhku hampir meledak.

Karena itulah, gadis-gadis muda ini menjadi pilihan terbaik bagiku.

Hari itu, memanfaatkan momen penerimaan mahasiswa baru, aku naik bus menuju sebuah sekolah vokasi.

Begitu melangkah naik, aku langsung disambut oleh suasana yang sangat sesak.

Di dalamnya penuh sesak dengan orang-orang, bahkan untuk berpijak pun sulit.

Aku berusaha melongok ke arah belakang.

Benar saja, di antara kerumunan bapak-bapak dan ibu-ibu, berdiri seorang gadis kecil yang mengenakan seragam sekolah SMA.

Di sampingnya terletak sebuah koper besar.

Sekali lihat saja, aku tahu kalau dia adalah mahasiswi baru yang datang untuk mendaftar. Wajahnya masih membawa aura polos dan lugu khas anak SMA.

Yang lebih hebat lagi, kedua kakinya putih dan jenjang, rasanya ingin sekali aku memanggulnya di bahu dan melampiaskan segalanya.

Aku melewati kerumunan orang yang berdesakan dan sampai di belakang gadis itu.

Aku sengaja menyentuhkan tubuhku padanya, bahkan dengan lembut menggesekkan bagian bawahku ke bokongnya yang kencang.

Sensasi kenyal itu seketika membuat darahku berdesir hebat.

Tubuhku langsung bereaksi. Celanaku terasa menyempit dan milikku menegang, menekan tepat di arahnya.

Dia sama sekali tidak bereaksi!

Ini benar-benar sesuai dengan seleraku.

Jika dia adalah wanita kantoran, dia pasti sudah mengeluarkan ponsel, memotret wajahmu, dan berteriak-teriak menuduhmu cabul.

Padahal sebenarnya, mereka hanya sudah lama tertekan dan ingin mencari simpati serta perhatian masyarakat.

Suasana di dalam bus memang sangat padat, jadi gesekan antar penumpang adalah hal yang wajar.

Gadis ini berdiri tegak dengan bokong yang menonjol, tanpa ada rasa waspada sedikit pun.

Sepertinya aku tidak sia-sia membaca buku-buku psikologi itu.

Guncangan bus semakin hebat, membuat para penumpang sulit menjaga keseimbangan.

Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menekan bagian belakangnya dengan kuat hingga roknya tersingkap karena doronganku.

Dia sempat kehilangan keseimbangan dan terhuyung ke arahku.

Seluruh tubuhnya bersandar di dadaku.

Bagian bawah kami menempel semakin rapat, seolah-olah aku terjepit di antara kedua belah bokongnya.

Rasanya geli dan nikmat, seperti ada aliran listrik yang menjalar. Seluruh tubuhku merasa sangat puas.

Gadis ini bahkan berbalik untuk meminta maaf padaku.

"Paman, maaf ya. Tadi aku nggak berdiri dengan stabil dan nggak sengaja menabrakmu."

Wajahnya yang putih seketika memerah. Dia benar-benar murni!

Jelas-jelas aku yang sengaja mengimpitnya, tapi dia malah meminta maaf padaku.

Sepertinya hari ini aku benar-benar mendapat harta karun. Apa pun yang kulakukan padanya, dia tidak akan marah.

Aku tersenyum padanya. "Nggak apa-apa. Paman suka kalau kamu bersandar pada aku."

Dia berbalik kembali dan melangkah maju sedikit.

Setelah tadi dijepit erat olehnya dan sekarang tiba-tiba terlepas, rasanya ada sesuatu yang hampa.

Namun, api gairah itu terus membara, membuatku merasa sangat tersiksa karena menahannya.

Keberanianku perlahan tumbuh. Tadi karena terhalang rok, rasanya kurang menantang.

Aku diam-diam menyingkap rok pendeknya, memperlihatkan sedikit bagian bawah bokongnya.

Dia mengenakan celana dalam putih yang sangat tipis, terlihat sangat menggoda.

Sayangnya di sekeliling penuh orang, jadi aku tidak berani bergerak terlalu mencolok.

Aku hanya menyibakkan roknya sedikit, lalu menempelkan bagian bawahku ke sana.

Melakukan hal seperti ini di depan umum benar-benar sangat memacu adrenalinku!

Tubuhku merasa lebih bergairah dibanding waktu-waktu sebelumnya. Milikku yang tegang seolah mendongak dengan perkasa di balik roknya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 7

    Aku mengangkat bahu sambil tersenyum tanpa menjelaskan lebih lanjut. Orang-orang ini tidak akan mengerti. Mereka hanya percaya pada kebenaran yang ingin mereka percayai. Singkatnya, mereka terlalu pengecut.Aku mengeluarkan buku psikologi itu dan membacanya lagi di sela waktu luang. Ternyata buku ini benar-benar berguna. Catatan-catatan di sela halaman buku itu adalah hasil praktikku. Setiap langkah tepat menyasar kelemahan sifat manusia. Rumor soal "anak orang kaya" hanyalah ilusi yang ingin dipercaya masyarakat.Yang benar-benar membuatku bersemangat adalah kepuasan dalam mengendalikan emosi. Satu tatapan, satu bisikan, satu keheningan di saat yang tepat, semuanya bisa menuntun perilaku seseorang. Ketergantungan Cantika bukanlah kebetulan, melainkan hasil rancanganku yang matang. Di video viral itu, tindakanku yang tampak spontan sebenarnya adalah implementasi dari teori klasik dalam buku ini. Kini, sanjungan rekan kerja hanyalah pelengkap yang konyol. Mereka selamanya tidak ak

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 6

    Setelah turun, aku mengantarnya ke dalam kampus dan mencari kantor tata usaha untuk pendaftaran mahasiswa baru. Saat melihatnya mengisi formulir informasi, barulah aku tahu namanya adalah Cantika Liara. Benar saja, namanya semanis orangnya. Imut dan manis, tetapi ada sisi liar yang tersembunyi di dalam dirinya.Setelah selesai mendaftar, aku menemaninya mencari asrama putri. Di tengah jalan aku bertanya, "Kenapa datang sendirian? Di mana keluargamu?"Cantika menjawab, "Semua keluargaku bekerja di luar kota sebagai buruh. Sejak kecil, aku dibesarkan oleh Kakek. Beliau sudah tua dan nggak sanggup bepergian jauh, jadi aku datang ke sini sendirian."Dugaanku benar. Gadis seperti ini memang kurang pendidikan dari rumah. Hanya dibesarkan oleh generasi tua, sehingga dia benar-benar buta soal hubungan pria dan wanita. Bisa mendapatkan "pengalaman pertamanya" hari ini, benar-benar keberuntungan besar bagiku.Aku memegang tangannya dengan lembut dan berkata, "Cantika, ayahmu bekerja di luar

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 5

    Pemuda itu bicara dengan sangat yakin, membuat kerumunan di sekitar kembali gaduh dan ikut-ikutan meragukanku. Ada yang mengancam tidak akan membiarkanku turun dan akan membawaku ke kantor polisi. Aku hanya menyunggingkan senyum tipis, sama sekali tidak peduli pada hinaan mereka. Sekarang bukan saatnya untuk membalas. Aku harus membuat gadis ini mencapai puncaknya terlebih dahulu.Nanti, saat gadis ini memelukku sendiri dan memintaku untuk menciumnya, barulah aku akan menampar wajah mereka semua dengan telak. Kecaman orang-orang di sekitar semakin keras. Ada yang menyebutku penipu, sampah, hingga psikopat yang menggunakan cara licik untuk mengendalikan wanita. Pendeknya, segala sumpah serapah mereka keluar.Tepat saat itu, aku merasakan seluruh tubuhku menegang, dan tubuh gadis itu mengalami kontraksi yang hebat. Aku tahu, dia sudah mencapai puncaknya. Sekarang, giliranku yang memegang kendali.Aku merapikan resleting celanaku, memeluk gadis itu, dan bertanya lirih, "Bagaimana,

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 4

    "Li-lima menit? Kamu pasti bohong!""Benar, lima menit bahkan mungkin belum tahu nama masing-masing. Mana mungkin langsung 'main' begitu naik bus?""Betul sekali, bus ini sudah jalan lebih dari lima menit. Apa mungkin mereka langsung saling suka begitu naik? Sombong sekali!"Para penumpang di dalam bus mulai berisik membicarakan kami. Pemuda tadi bahkan saking terkejutnya sampai mulutnya menganga, lalu dia langsung memegang tanganku dan bertanya, "Gila, Bang! Bagaimana caranya? Cepat ajari aku!"Belum sempat aku bicara, seorang wanita paruh baya di samping menarik pemuda itu dan bergumam, "Jangan dengarkan bualannya. Mana mungkin baru bertemu langsung bisa melakukan itu, apalagi di dalam bus.""Mereka berdua pasti sengaja mempertontonkan adegan ini di sini!" Setelah berbicara, wanita itu menggelengkan kepala. "Anak muda zaman sekarang benar-benar merusak moral. Nggak kenal waktu dan tempat. Zaman kami dulu, hal seperti ini memalukan sekali, bisa-bisa ditangkap karena mengganggu kete

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 3

    Seiring dengan masuknya bendaku secara paksa, gadis ini menggertakkan gigi. Dia berusaha keras melawan rasa geli yang menjalar di tubuhnya, tanpa berani mengeluarkan suara sedikit pun. Aku belum pernah merasakan area wanita semuda dan sesempit ini. Rasanya seperti melayang di atas awan, begitu bebas dan nyaman. Terlebih lagi di tempat umum seperti ini, rasa tabu yang berpadu dengan gairah membuat hormon di otakku mencapai puncaknya seketika.Awalnya gerakanku pelan, tetapi tubuhku semakin mendamba, dan sensasi itu pun kian kuat. Tanpa sadar, aku menambah kekuatanku. Dia benar-benar terlalu mungil, seluruh tubuhnya sampai terangkat karena doronganku. Seperti seekor anak ayam yang ringan, dia kubuat melayang di udara dengan kaki yang tak lagi menyentuh lantai. Aku memeluknya erat-erat agar dia tidak kehilangan keseimbangan.Akhirnya, gadis itu tidak tahan lagi dan mulai mengeluarkan rintihan lirih dari tenggorokannya. Gerak-gerik kami ini mulai menarik perhatian orang-orang di se

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 2

    Gadis itu menyadari ada sesuatu yang aneh, lalu dia sedikit menggoyangkan tubuhnya. Bukannya menjauh, gerakan itu justru menciptakan gesekan yang membuat gairahku semakin memuncak. Rasanya seluruh tubuhku seperti digaruk oleh kucing, bahkan sampai ke sela-sela tulang pun terasa gatal.Gadis ini mulai menyadari apa yang terjadi. Daun telinganya memerah. Dia mengerutkan tubuhnya dan berusaha bergerak maju. Gadis seusia ini kemungkinan besar belum pernah, bahkan sekadar menggandeng tangan pria. Tiba-tiba ditekan oleh milikku yang tegang, pasti di dalam hatinya, dia juga merasa bimbang atau mungkin berharap.Aku segera memegang pinggangnya, menahannya agar tidak bergerak maju. Seluruh tubuhku menempel erat pada punggungnya. Aromanya yang khas gadis muda masuk ke hidungku. Aroma susu yang kental, sungguh sangat harum. Gadis itu menatapku dengan cemas, matanya mulai berkaca-kaca."Paman, kumohon jangan menekanku lagi, aku takut."Semakin dia terlihat memelas, aku justru semakin berga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status