Compartir

Bab 2

Autor: Richy
Gadis itu menyadari ada sesuatu yang aneh, lalu dia sedikit menggoyangkan tubuhnya.

Bukannya menjauh, gerakan itu justru menciptakan gesekan yang membuat gairahku semakin memuncak.

Rasanya seluruh tubuhku seperti digaruk oleh kucing, bahkan sampai ke sela-sela tulang pun terasa gatal.

Gadis ini mulai menyadari apa yang terjadi. Daun telinganya memerah.

Dia mengerutkan tubuhnya dan berusaha bergerak maju.

Gadis seusia ini kemungkinan besar belum pernah, bahkan sekadar menggandeng tangan pria.

Tiba-tiba ditekan oleh milikku yang tegang, pasti di dalam hatinya, dia juga merasa bimbang atau mungkin berharap.

Aku segera memegang pinggangnya, menahannya agar tidak bergerak maju.

Seluruh tubuhku menempel erat pada punggungnya.

Aromanya yang khas gadis muda masuk ke hidungku. Aroma susu yang kental, sungguh sangat harum.

Gadis itu menatapku dengan cemas, matanya mulai berkaca-kaca.

"Paman, kumohon jangan menekanku lagi, aku takut."

Semakin dia terlihat memelas, aku justru semakin bergairah.

Apa yang tertulis di buku psikologi memang benar. Gadis seperti ini, meskipun tahu dirinya sedang dilecehkan, sama sekali tidak berani bersuara.

Pola asuh keluarga mereka biasanya penuh dengan tekanan, sehingga dalam situasi seperti ini, mereka justru akan merasa bahwa merekalah yang melakukan kesalahan.

Aku memanfaatkan celah itu untuk meraba tubuhnya tanpa ragu.

"Kamu cantik sekali. Kamu tahu nggak, Paman jadi merasa sangat tersiksa melihatmu?"

"Jepit Paman sedikit lebih erat, nanti Paman akan memaafkanmu."

Dia mengangguk pelan. Otot bokongnya menegang, menjepit milikku yang besar.

Sensasi kenyalnya sungguh luar biasa. Di tengah guncangan bus, tubuhku bergesekan di antara belahan bokongnya. Tak terbayangkan betapa nikmatnya!

Aku berbisik tepat di telinganya yang memerah, "Bajumu sangat menggoda. Paman jadi merasa nggak nyaman karena terangsang oleh kamu. Biarkan Paman menyentuhmu, supaya Paman merasa lebih baik."

Dia menatapku dengan ngeri. "Ng-nggak boleh. Aku belum pernah disentuh oleh pria, mana boleh begitu."

Dia benar-benar masih murni, bahkan belum pernah tersentuh sama sekali.

Memikirkan hal itu, hatiku dipenuhi kegembiraan.

Setelah hidup tiga puluh tahun, baru kali ini aku menyentuh gadis semurni ini. Hidupku rasanya tidak sia-sia!

Sambil mengawasi keadaan sekitar, tanganku diam-diam menyelinap ke balik roknya.

Teksturnya terasa seperti roti yang empuk, menonjol bagaikan bukit kecil.

Aku meremasnya pelan, dan segera merasakan adanya kelembapan.

Gadis ini ternyata memberikan reaksi atas sentuhanku!

Tubuhnya melemas. Dia menyandarkan seluruh berat badannya padaku, bahkan tubuhnya sedikit gemetar.

Memang dasar masih polos, tubuhnya sangat sensitif.

Sebuah ide nekat muncul di benakku.

Aku diam-diam membuka resleting celanaku dan mengeluarkan isinya.

Aku menempatkannya langsung di antara belahan bokong gadis itu, agar dia bisa merasakan secara nyata bagaimana rasanya ditekan oleh seorang pria.

Dia terkesiap dan berkata, "Ah! Panas sekali! Benda apa itu?"

Aku langsung mendekapnya dalam pelukanku, sementara bagian bawahku menekan lebih kuat.

Aku berbisik di telinganya, "Sst! Kecilkan suaramu. Benda ini adalah milik pria paling berharga. Bagaimana, rasanya enak, ‘kan?"

Leher gadis itu memerah padam, tubuhnya terasa panas membara. Dia benar-benar sudah berada dalam genggamanku.

Dia bersandar di pelukanku, bokongnya sengaja menggesek tubuhku, bergerak sedikit demi sedikit untuk mencari posisi.

Dia secara aktif mengarahkan "pintu" itu tepat ke arahku.

Aku sangat terkejut. Tidak menyangka gadis yang tampak begitu polos di luar, ternyata memiliki hasrat yang begitu besar di dalam.

Jika tadi dia tidak menolak karena takut, maka kali ini dia melakukannya secara aktif karena menikmatinya.

Tepat pada saat itu, aku merasakan milikku melewati sebuah lubang di celana dalamnya, dan langsung meluncur masuk.

Tadi masih terhalang kain, tapi sekarang sudah benar-benar bersentuhan dengan kulit.

Sensasinya naik berkali-kali lipat. Sentuhan antar kulit ini membuat seluruh sel di tubuhku serasa akan meledak.

Aku tersentak kaget. Apa yang terjadi?

Dia baru kemudian berkata dengan malu-malu, "Keluargaku miskin, ada lubang di celana dalamku. Tadi Paman masuk ke lubang itu."

Aku benar-benar tidak tahu harus tertawa atau menangis. Awalnya, aku hanya ingin mencari kesenangan meski terhalang kain. Siapa sangka situasinya berubah menjadi kontak langsung yang nyata.

Bagaimanapun juga, ini masih di dalam bus. Jika aku benar-benar melakukannya, situasinya mungkin akan menjadi tidak terkendali.

Namun saat itu, gadis itu tiba-tiba menjepitkan bokongnya, menahanku dengan kuat agar tidak keluar.

"Paman, rasanya sangat gatal. Rasanya terlalu enak ... tolong tekan lebih kuat lagi!"

Suaranya gemetar, seluruh tubuhnya seolah mencair.

Aku pun sudah tidak tahan lagi, benar-benar ingin merasakan sensasi pertama dengan gadis murni.

"Kalau begitu Paman akan benar-benar masuk, kamu setuju nggak?"

Dia sudah sangat terangsang oleh tekananku, lalu dia mengangguk dengan sungguh-sungguh.

"Paman, aku merasa sangat tersiksa ... cepat bantu aku!"

Aku tidak bisa menahan diriku lagi. Api gairah hampir menembus tubuhku.

Jika tidak sekarang, kapan lagi?

Aku menyibakkan celana dalam putihnya, memperlihatkan dua belah bokong yang kenyal, yang kini menempel di perut bawahku dengan sangat licin.

"Buka kakimu sedikit, tunggingkan bokongmu. Aku mau masuk."

Dia menunggingkan bokongnya yang kencang dengan patuh, sementara bagian bawahku sudah menyentuh area yang basah.

"Paman, lebih kuat sedikit ...."

Aku sudah tidak tahan lagi. Diiringi guncangan bus, aku menyentakkan pinggangku dengan kuat.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 7

    Aku mengangkat bahu sambil tersenyum tanpa menjelaskan lebih lanjut. Orang-orang ini tidak akan mengerti. Mereka hanya percaya pada kebenaran yang ingin mereka percayai. Singkatnya, mereka terlalu pengecut.Aku mengeluarkan buku psikologi itu dan membacanya lagi di sela waktu luang. Ternyata buku ini benar-benar berguna. Catatan-catatan di sela halaman buku itu adalah hasil praktikku. Setiap langkah tepat menyasar kelemahan sifat manusia. Rumor soal "anak orang kaya" hanyalah ilusi yang ingin dipercaya masyarakat.Yang benar-benar membuatku bersemangat adalah kepuasan dalam mengendalikan emosi. Satu tatapan, satu bisikan, satu keheningan di saat yang tepat, semuanya bisa menuntun perilaku seseorang. Ketergantungan Cantika bukanlah kebetulan, melainkan hasil rancanganku yang matang. Di video viral itu, tindakanku yang tampak spontan sebenarnya adalah implementasi dari teori klasik dalam buku ini. Kini, sanjungan rekan kerja hanyalah pelengkap yang konyol. Mereka selamanya tidak ak

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 6

    Setelah turun, aku mengantarnya ke dalam kampus dan mencari kantor tata usaha untuk pendaftaran mahasiswa baru. Saat melihatnya mengisi formulir informasi, barulah aku tahu namanya adalah Cantika Liara. Benar saja, namanya semanis orangnya. Imut dan manis, tetapi ada sisi liar yang tersembunyi di dalam dirinya.Setelah selesai mendaftar, aku menemaninya mencari asrama putri. Di tengah jalan aku bertanya, "Kenapa datang sendirian? Di mana keluargamu?"Cantika menjawab, "Semua keluargaku bekerja di luar kota sebagai buruh. Sejak kecil, aku dibesarkan oleh Kakek. Beliau sudah tua dan nggak sanggup bepergian jauh, jadi aku datang ke sini sendirian."Dugaanku benar. Gadis seperti ini memang kurang pendidikan dari rumah. Hanya dibesarkan oleh generasi tua, sehingga dia benar-benar buta soal hubungan pria dan wanita. Bisa mendapatkan "pengalaman pertamanya" hari ini, benar-benar keberuntungan besar bagiku.Aku memegang tangannya dengan lembut dan berkata, "Cantika, ayahmu bekerja di luar

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 5

    Pemuda itu bicara dengan sangat yakin, membuat kerumunan di sekitar kembali gaduh dan ikut-ikutan meragukanku. Ada yang mengancam tidak akan membiarkanku turun dan akan membawaku ke kantor polisi. Aku hanya menyunggingkan senyum tipis, sama sekali tidak peduli pada hinaan mereka. Sekarang bukan saatnya untuk membalas. Aku harus membuat gadis ini mencapai puncaknya terlebih dahulu.Nanti, saat gadis ini memelukku sendiri dan memintaku untuk menciumnya, barulah aku akan menampar wajah mereka semua dengan telak. Kecaman orang-orang di sekitar semakin keras. Ada yang menyebutku penipu, sampah, hingga psikopat yang menggunakan cara licik untuk mengendalikan wanita. Pendeknya, segala sumpah serapah mereka keluar.Tepat saat itu, aku merasakan seluruh tubuhku menegang, dan tubuh gadis itu mengalami kontraksi yang hebat. Aku tahu, dia sudah mencapai puncaknya. Sekarang, giliranku yang memegang kendali.Aku merapikan resleting celanaku, memeluk gadis itu, dan bertanya lirih, "Bagaimana,

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 4

    "Li-lima menit? Kamu pasti bohong!""Benar, lima menit bahkan mungkin belum tahu nama masing-masing. Mana mungkin langsung 'main' begitu naik bus?""Betul sekali, bus ini sudah jalan lebih dari lima menit. Apa mungkin mereka langsung saling suka begitu naik? Sombong sekali!"Para penumpang di dalam bus mulai berisik membicarakan kami. Pemuda tadi bahkan saking terkejutnya sampai mulutnya menganga, lalu dia langsung memegang tanganku dan bertanya, "Gila, Bang! Bagaimana caranya? Cepat ajari aku!"Belum sempat aku bicara, seorang wanita paruh baya di samping menarik pemuda itu dan bergumam, "Jangan dengarkan bualannya. Mana mungkin baru bertemu langsung bisa melakukan itu, apalagi di dalam bus.""Mereka berdua pasti sengaja mempertontonkan adegan ini di sini!" Setelah berbicara, wanita itu menggelengkan kepala. "Anak muda zaman sekarang benar-benar merusak moral. Nggak kenal waktu dan tempat. Zaman kami dulu, hal seperti ini memalukan sekali, bisa-bisa ditangkap karena mengganggu kete

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 3

    Seiring dengan masuknya bendaku secara paksa, gadis ini menggertakkan gigi. Dia berusaha keras melawan rasa geli yang menjalar di tubuhnya, tanpa berani mengeluarkan suara sedikit pun. Aku belum pernah merasakan area wanita semuda dan sesempit ini. Rasanya seperti melayang di atas awan, begitu bebas dan nyaman. Terlebih lagi di tempat umum seperti ini, rasa tabu yang berpadu dengan gairah membuat hormon di otakku mencapai puncaknya seketika.Awalnya gerakanku pelan, tetapi tubuhku semakin mendamba, dan sensasi itu pun kian kuat. Tanpa sadar, aku menambah kekuatanku. Dia benar-benar terlalu mungil, seluruh tubuhnya sampai terangkat karena doronganku. Seperti seekor anak ayam yang ringan, dia kubuat melayang di udara dengan kaki yang tak lagi menyentuh lantai. Aku memeluknya erat-erat agar dia tidak kehilangan keseimbangan.Akhirnya, gadis itu tidak tahan lagi dan mulai mengeluarkan rintihan lirih dari tenggorokannya. Gerak-gerik kami ini mulai menarik perhatian orang-orang di se

  • Menaklukkan Gadis Polos di Bus   Bab 2

    Gadis itu menyadari ada sesuatu yang aneh, lalu dia sedikit menggoyangkan tubuhnya. Bukannya menjauh, gerakan itu justru menciptakan gesekan yang membuat gairahku semakin memuncak. Rasanya seluruh tubuhku seperti digaruk oleh kucing, bahkan sampai ke sela-sela tulang pun terasa gatal.Gadis ini mulai menyadari apa yang terjadi. Daun telinganya memerah. Dia mengerutkan tubuhnya dan berusaha bergerak maju. Gadis seusia ini kemungkinan besar belum pernah, bahkan sekadar menggandeng tangan pria. Tiba-tiba ditekan oleh milikku yang tegang, pasti di dalam hatinya, dia juga merasa bimbang atau mungkin berharap.Aku segera memegang pinggangnya, menahannya agar tidak bergerak maju. Seluruh tubuhku menempel erat pada punggungnya. Aromanya yang khas gadis muda masuk ke hidungku. Aroma susu yang kental, sungguh sangat harum. Gadis itu menatapku dengan cemas, matanya mulai berkaca-kaca."Paman, kumohon jangan menekanku lagi, aku takut."Semakin dia terlihat memelas, aku justru semakin berga

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status