INICIAR SESIÓNDi dalam bus kota yang penuh sesak menuju kampus, aku sengaja mengimpit seorang mahasiswi baru yang tampak ranum dan manis. Dia mengenakan seragam rok pendek. Tanpa ragu, aku menyingkap roknya dan menempelkan benda milikku ke bokongnya yang kencang. Yang tak kusangka, karena kondisi ekonominya yang sulit, celana dalamnya ternyata berlubang. Saat aku hampir terlanjur masuk, aku mencoba menarik diri. Namun, dia malah menjepitku erat-erat dan berbisik, "Paman, tekan yang kuat, jangan dilepas!"
Ver másAku mengangkat bahu sambil tersenyum tanpa menjelaskan lebih lanjut. Orang-orang ini tidak akan mengerti. Mereka hanya percaya pada kebenaran yang ingin mereka percayai. Singkatnya, mereka terlalu pengecut.Aku mengeluarkan buku psikologi itu dan membacanya lagi di sela waktu luang. Ternyata buku ini benar-benar berguna. Catatan-catatan di sela halaman buku itu adalah hasil praktikku. Setiap langkah tepat menyasar kelemahan sifat manusia. Rumor soal "anak orang kaya" hanyalah ilusi yang ingin dipercaya masyarakat.Yang benar-benar membuatku bersemangat adalah kepuasan dalam mengendalikan emosi. Satu tatapan, satu bisikan, satu keheningan di saat yang tepat, semuanya bisa menuntun perilaku seseorang. Ketergantungan Cantika bukanlah kebetulan, melainkan hasil rancanganku yang matang. Di video viral itu, tindakanku yang tampak spontan sebenarnya adalah implementasi dari teori klasik dalam buku ini. Kini, sanjungan rekan kerja hanyalah pelengkap yang konyol. Mereka selamanya tidak ak
Setelah turun, aku mengantarnya ke dalam kampus dan mencari kantor tata usaha untuk pendaftaran mahasiswa baru. Saat melihatnya mengisi formulir informasi, barulah aku tahu namanya adalah Cantika Liara. Benar saja, namanya semanis orangnya. Imut dan manis, tetapi ada sisi liar yang tersembunyi di dalam dirinya.Setelah selesai mendaftar, aku menemaninya mencari asrama putri. Di tengah jalan aku bertanya, "Kenapa datang sendirian? Di mana keluargamu?"Cantika menjawab, "Semua keluargaku bekerja di luar kota sebagai buruh. Sejak kecil, aku dibesarkan oleh Kakek. Beliau sudah tua dan nggak sanggup bepergian jauh, jadi aku datang ke sini sendirian."Dugaanku benar. Gadis seperti ini memang kurang pendidikan dari rumah. Hanya dibesarkan oleh generasi tua, sehingga dia benar-benar buta soal hubungan pria dan wanita. Bisa mendapatkan "pengalaman pertamanya" hari ini, benar-benar keberuntungan besar bagiku.Aku memegang tangannya dengan lembut dan berkata, "Cantika, ayahmu bekerja di luar
Pemuda itu bicara dengan sangat yakin, membuat kerumunan di sekitar kembali gaduh dan ikut-ikutan meragukanku. Ada yang mengancam tidak akan membiarkanku turun dan akan membawaku ke kantor polisi. Aku hanya menyunggingkan senyum tipis, sama sekali tidak peduli pada hinaan mereka. Sekarang bukan saatnya untuk membalas. Aku harus membuat gadis ini mencapai puncaknya terlebih dahulu.Nanti, saat gadis ini memelukku sendiri dan memintaku untuk menciumnya, barulah aku akan menampar wajah mereka semua dengan telak. Kecaman orang-orang di sekitar semakin keras. Ada yang menyebutku penipu, sampah, hingga psikopat yang menggunakan cara licik untuk mengendalikan wanita. Pendeknya, segala sumpah serapah mereka keluar.Tepat saat itu, aku merasakan seluruh tubuhku menegang, dan tubuh gadis itu mengalami kontraksi yang hebat. Aku tahu, dia sudah mencapai puncaknya. Sekarang, giliranku yang memegang kendali.Aku merapikan resleting celanaku, memeluk gadis itu, dan bertanya lirih, "Bagaimana,
"Li-lima menit? Kamu pasti bohong!""Benar, lima menit bahkan mungkin belum tahu nama masing-masing. Mana mungkin langsung 'main' begitu naik bus?""Betul sekali, bus ini sudah jalan lebih dari lima menit. Apa mungkin mereka langsung saling suka begitu naik? Sombong sekali!"Para penumpang di dalam bus mulai berisik membicarakan kami. Pemuda tadi bahkan saking terkejutnya sampai mulutnya menganga, lalu dia langsung memegang tanganku dan bertanya, "Gila, Bang! Bagaimana caranya? Cepat ajari aku!"Belum sempat aku bicara, seorang wanita paruh baya di samping menarik pemuda itu dan bergumam, "Jangan dengarkan bualannya. Mana mungkin baru bertemu langsung bisa melakukan itu, apalagi di dalam bus.""Mereka berdua pasti sengaja mempertontonkan adegan ini di sini!" Setelah berbicara, wanita itu menggelengkan kepala. "Anak muda zaman sekarang benar-benar merusak moral. Nggak kenal waktu dan tempat. Zaman kami dulu, hal seperti ini memalukan sekali, bisa-bisa ditangkap karena mengganggu kete
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.