Tubuh Isabella dan Aldrich masih polos dan hangat di bawah selimut. Mereka saling berbagi kehangatan sejak semalam hingga pagi ini. Isabella membuka sepasang matanya perlahan. Terasa erat pelukan Aldrich, bahkan tubuh mereka yang melekat tanpa sehelai benang saling melekat. "Aldrich," bisik Isabella berusaha menyingkirkan lengan Aldrich yang merengkuh pinggangnya. "Masih petang, Sayang," bisik Aldrich, pria itu mengecup pucuk kepala Isabella. Isabella cemberut dibuatnya. "Badanku menggigil." "Dingin, hem? Butuh penghangat atau sampai panas?" Aldrich membuka mata dan menaikkan kedua alisnya. Isabella tersenyum tipis dan menggeleng. "Aku sangat lelah, Aldrich." "Tapi kau suka, kan?" Aldrich mendekapnya. "Tidak," jawab Isabella sambil menonyor pelan kepala kekasihnya itu. Aldrich terkekeh dan langsung memeluknya erat sampai wanita itu berbaring kembali dan Aldrich mengungkungnya hingga Isabella tampak gugup. "Ayo sekali lagi, Sayang," bisik Aldrich dengan suara manja,
Last Updated : 2026-05-02 Read more