"Cerai?" Caspian menyipitkan mata saat Isabella mengatakan itu. Setelahnya, pria itu tertawa sambil mundur dua langkah dan mengusap wajahnya. Lontaran cerai yang Isabella ucapkan padanya seperti sebuah lelucon yang menggelikan telinga pria itu. Akan tetapi Isabella menanggapinya dengan ekspresi sama. Dia terlihat kesal pada Caspian saat ini. "Kenapa kau tertawa? Lucu, huh?" Isabella menyeringai sinis. "Jelas! Ini sangat-sangat lucu," jawab Caspian. "Apa kau pikir kau bisa menceraikan aku? Lalu bagaimana dengan perusahaan kakek dan nenekmu itu, Isabella?" Caspian tertawa lagi. "Kau itu bisa apa tanpa aku, Isabella?" Kali ini ucapan Caspian lah yang ditertawakan oleh Aldrich, pria itu yang sejak tadi diam. Akhirnya mengeluarkan suara juga, meskipun hanya tawa ejek dan menghina. "Isabella bisa apa saja saat bersamaku, Marquess," sahut Aldrich berjalan mendekatinya. Aldrich menarik pundak Caspian mundur dan menyuruhnya menjauhi Isabella. Caspian menipiskan bibirnya. Ia menyentak
Ler mais