Dokter Ariel adalah dokter yang mendiagnosis kehamilanku sebelumnya. Setelah aborsi, aku beristirahat di rumah sakit selama tiga hari.Ketika aku pulang ke rumah, Christian langsung marah dan menuntut penjelasan. "Kamu dari mana saja? Nomormu nggak bisa dihubungi, kamu juga nggak balas pesan WhatsApp-ku! Kamu bahkan nggak peduli sama anak. Kalau bukan karena Erika, entah betapa sibuknya aku sekarang! Jangan harap aku lepaskan kamu kalau kamu nggak kasih aku penjelasan yang masuk akal!"Aku duduk di sofa dan merasa sangat lelah. "Bukannya ibumu senggang? Bukannya dia paling suka anak-anak?"Christian membalas, "Ibuku sudah tua, mana bisa dia jaga anak selama itu? Sebagai seorang ibu, kamu malah nggak peduli?"Aku pun tersenyum. Dulu, wanita tua itu berebut untuk merawat anak itu di sisinya. Setelah salah mendidik anak, dia pun mengirim anak itu kembali. Sekarang, dia merasa itu terlalu merepotkan?Aku bertopang dagu dan menyahut sambil tersenyum tipis, "Kalau begitu, bukannya masih ada
Read more