Share

Bab 2

Auteur: Makjos
Ketika aku sampai di rumah, tidak ada seorang pun di rumah. Separuh makanan yang belum kubersihkan semalam masih tergeletak di meja.

Christian dan Mason tidak pulang.

Aku pergi ke kamar Mason dan mengambil hadiah yang telah kupilih dengan hati-hati dari meja samping tempat tidur. Saat membawa makanan ke bawah untuk membuangnya, aku meletakkan hadiah itu di atas tong sampah. Berhubung tidak dihargai, aku akan memberikannya kepada siapa pun yang menginginkannya.

Saat makan bubur daging telur pitan, aku mendengar suara di depan pintu.

Mason masuk dengan membawa ransel kecilnya dan terlihat tidak sabar. Dia menghampiriku dengan canggung dan mengulurkan tangan untuk meminta hadiah.

Aku mengalihkan pandanganku dari acara variety show yang lucu untuk menatapnya. "Oh, maaf, aku lupa membelinya."

Ekspresi Mason seketika berubah drastis. "Ternyata kamu memang nggak peduli padaku! Kamu bukan ibu yang baik, juga sama sekali nggak bisa dibandingkan sama Bibi Erika!"

Perubahan ekspresinya sama cepatnya dengan ayahnya.

Aku menatap Mason dengan serius dan berujar, "Aku hampir mati saat melahirkanmu. Aku nggak pernah perlakukan kamu dengan buruk selama ini, juga selalu menuruti hampir semua keinginanmu. Aku nggak berutang apa pun padamu. Kalau kamu benci sama aku karena aku suruh kamu kerjain PR, sesuai keinginanmu, kamu nggak perlu kerjain PR lagi."

Mason tidak percaya. "Benarkah?"

Setelah mendapat jawaban pasti, Mason tersenyum jahat padaku. "Jangan membuatnya terdengar begitu baik. Itu jelas karena kamu nggak mampu mengajariku. Nenek bilang kamu cuma lulus SMA, sedangkan Papa dan Bibi Erika lulusan universitas. Kamu yang paling bodoh! Pantas saja Nenek nggak suka sama kamu!"

Pendidikan adalah titik lemahku. Siapa yang ingat bahwa dulu, nilaiku jauh lebih baik daripada nilai Christian? Sekolah hanya mensponsori satu orang untuk kuliah dan aku memberikan kesempatanku kepada Christian.

Aku tahu ibu Christian tidak menyukaiku, menganggapku berstatus rendah, yatim piatu, dan tidak pantas mendampingi Christian. Untuk membuatnya menerimaku, aku bahkan menerobos hujan deras untuk membelikan obat untuknya.

Setelah Mason lahir, sikap ibunya terhadapku sedikit membaik. Namun, aku tidak pernah membayangkan dia akan berbicara buruk tentangku di depan anakku sendiri.

Mason menatapku seperti aku adalah musuhnya. Tiba-tiba, aku merasa sangat lelah.

Christian pulang dalam keadaan mabuk. Dia berbaring dengan tampang menyedihkan di sofa. Sehelai kain jatuh dari sakunya.

Aku mengambilnya, tetapi Christian tiba-tiba meraih tanganku. Nadanya terdengar dingin saat berkata, "Apa lagi yang kamu bongkar?"

Aku merasakan sakit yang tajam dari cengkeramannya. Dia melepaskan cengkeramannya dan saputangan itu jatuh ke lantai.

"Aku cuma mau tanya ke kamu ini perlu dicuci atau nggak. Tapi nggak masalah juga, kamu atur saja sendiri."

Mencium napas Christian yang berbau alkohol, aku menahan keinginan untuk muntah.

Christian menatapku lekat-lekat, lalu mendecakkan lidah. "Rania, bisa nggak kamu berhenti berpikir kejauhan? Benda ini dimasukkan ke sakuku waktu bermain permainan di pesta perusahaan. Kalau kamu punya pertanyaan, tanyakan saja langsung. Jangan mengungkitnya lagi nanti dan membuat keributan."

Christian dulunya sangat memperhatikan batasan. Sampai Erika muncul, batasannya terus-menerus dilanggar.

Aku pernah sangat marah, membuat keributan, dan menunjukkan berbagai macam kecemburuan. Memikirkannya lagi sekarang, itu benar-benar memalukan.

Aku menjawab, "Aku nggak berpikir kejauhan. Kamu bisa periksa rekaman CCTV. Kamu sadarkan saja diri di ruang tamu, aku mau naik untuk tidur."

Saat aku bangkit, Christian memelukku dengan erat. Mencium aroma mawar samar yang bercampur dengan bau alkohol menyengat, aku langsung muntah kering.

Ekspresi Christian menjadi sangat suram.

Tiba-tiba, aku tersenyum padanya. "Christian, aku hamil."
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 8

    Di meja makan, Mason terus memohon agar aku menerimanya tinggal bersamaku. Aku menolak dengan alasan seadanya, tetapi sikapku sangat tegas.Aku tidak akan pernah bisa bersikap seperti dulu, juga tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan dendam terhadap anak ini. Aku mengabaikan ekspresi kecewanya dan melahap makananku dengan santai.Di tengah makan, Erika yang sedang hamil besar datang dengan membawa segelas air lemon dan bersiap-siap untuk menyiramku. Christian melindungiku dan basah kuyup karenanya.Erika berseru sambil menangis, "Aku sudah mengandung anakmu dengan susah payah, tapi kamu malah berbuat begini terhadapku? Bisa-bisanya kamu datang temui wanita ini tanpa sepengetahuanku!"Aku samar-samar menangkap kata "perselingkuhan" dari mulut orang di sekitar. Aku pun menyeka mulutku, lalu mendorong Christian menjauh."Erika, ngomong yang jelas dikit. Aku mantan istri Christian dan Mason itu anakku. Meski sudah cerai, aku masih bisa bertemu anakku. Buat apa kamu menyudutkanku? Apa kamu

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 7

    Aku sibuk mempersiapkan karyaku untuk mengikuti sebuah kompetisi. Jika bisa memenangkan kompetisi tersebut, reputasi merek kami akan meningkat. Jadi, aku pun begadang beberapa malam di studio.Ketika pulang keesokan paginya, sepasang ayah dan anak berdiri kaku di pintu masuk kompleks apartemenku. Aku pun merasa terkejut.Kemudian, Mason dengan gembira berlari ke arahku dan memelukku. "Mama, aku sangat merindukanmu!"Aku termenung sejenak, lalu segera mendorongnya menjauh. "Aku bukan mamamu. Kamu salah orang!"Mata Mason langsung memerah dan berlinang air mata. "Mama, kamu mamaku."Menghadapi Mason lebih melelahkan daripada bekerja. Aku tidak lagi memiliki kasih sayang ibu yang tulus untuk anak ini. Setiap kali melihatnya, aku akan teringat bagaimana dia ingin membunuhku demi orang luar.Aku menoleh ke arah Christian dan menuntut, "Kamu sudah janji nggak akan datang menggangguku."Christian tersenyum kecut dan menyahut, "Dia kangen sama ibunya, aku juga nggak berdaya."Aku membalas, "Bu

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 6

    Malam itu juga, aku meninggalkan rumah Christian. Christian menawarkan untuk mengantarku, tetapi aku menolak dan menyuruhnya untuk mempertimbangkannya dengan baik dalam tiga hari.Jika dia menolak, aku bisa menuntut, pisah rumah, atau memaksanya dengan opini publik. Aku akan memilih pilihan yang membuatku merasa puas.Wajah Christian perlahan-lahan berubah muram.Keesokan harinya, Christian meneleponku. Suaranya penuh kelelahan. "Sudah terjadi sesuatu pada Erika. Dia mencoba bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya, tapi berhasil diselamatkan. Rania, aku yang bersalah padamu. Aku nggak bisa membiarkannya terluka. Kita cerai saja."Aku tidak berkomentar. Tindakan Erika justru sudah menyelamatkanku dari kerepotan.Dua bulan kemudian, aku berhasil mendapatkan akta cerai. Aku hampir tidak dapat menyembunyikan kegembiraanku saat menuruni tangga.Christian yang menggandeng tangan Mason memanggilku, lalu mengatakan dia ingin mentraktirku makan.Aku berbalik dan tersenyum. "Aku nggak

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 5

    Christian mengerutkan kening dan bertanya, "Rania, apa lagi maumu sekarang?"Erika berjalan mendekat dengan air mata mengalir di wajahnya."Kak Rania, aku dan Kak Christian benar-benar nggak punya hubungan apa-apa. Mantan pacarku duduk di belakang kami di konser itu. Dia terus menggangguku, jadi aku nggak punya pilihan selain bersandiwara bersama Kak Christian untuk mengusirnya. Aku benar-benar nggak bermaksud merusak rumah tangga kalian."Aku bertepuk tangan sambil tertawa. "Pasangan murahan seperti kalian memang serasi. Di video itu, kalian berciuman hingga lidah kalian juga kelihatan. Tapi, kalian masih mau cuci otak sendiri dengan bilang kalian nggak punya hubungan apa-apa? Kalau kamu dikuntit, memangnya nggak bisa lapor polisi? Cuma bisa selamatkan diri dengan mencium pria yang sudah menikah? Tolong deh, memangnya ini sinetron?"Wajah Christian berubah menjadi sangat suram.Seorang teman Christian menasihatiku, "Kakak Ipar, kalian sudah menikah begitu lama. Memangnya kamu masih n

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 4 

    Dokter Ariel adalah dokter yang mendiagnosis kehamilanku sebelumnya. Setelah aborsi, aku beristirahat di rumah sakit selama tiga hari.Ketika aku pulang ke rumah, Christian langsung marah dan menuntut penjelasan. "Kamu dari mana saja? Nomormu nggak bisa dihubungi, kamu juga nggak balas pesan WhatsApp-ku! Kamu bahkan nggak peduli sama anak. Kalau bukan karena Erika, entah betapa sibuknya aku sekarang! Jangan harap aku lepaskan kamu kalau kamu nggak kasih aku penjelasan yang masuk akal!"Aku duduk di sofa dan merasa sangat lelah. "Bukannya ibumu senggang? Bukannya dia paling suka anak-anak?"Christian membalas, "Ibuku sudah tua, mana bisa dia jaga anak selama itu? Sebagai seorang ibu, kamu malah nggak peduli?"Aku pun tersenyum. Dulu, wanita tua itu berebut untuk merawat anak itu di sisinya. Setelah salah mendidik anak, dia pun mengirim anak itu kembali. Sekarang, dia merasa itu terlalu merepotkan?Aku bertopang dagu dan menyahut sambil tersenyum tipis, "Kalau begitu, bukannya masih ada

  • Merintis Karier setelah Bercerai   Bab 3

    Setelah hening sejenak, Christian berujar, "Kamu bahkan nggak bisa urus satu anak dengan baik, kamu akan kewalahan kalau melahirkan lagi. Yang kuinginkan sekarang cuma Mason tumbuh dengan baik."Aku menatapnya sangat lama. Mataku terasa perih karena menahan air mata. "Aku cuma bercanda."Aku tidak ingin mengatakan apa pun lagi. Jadi, aku menutup mulutku dan pergi ke kamar mandi untuk muntah. Ketika aku keluar, Christian sedang menelepon. Setelah mengucapkan beberapa patah kata, dia pun bergegas keluar. Aku mencoba menghentikannya, tetapi dia mendorongku ke samping.Christian sangat marah dan menunjukku sambil berseru, "Ini masalah hidup dan mati, tapi kamu masih saja cemburuan! Dia masih muda, tapi harus minum-minum sampai lambungnya sakit demi bisnis. Dia nggak seperti kamu yang bisa dapatkan uang meski cuma di rumah setiap hari!"Aku mengambil kartu nama dari laci di pintu masuk dan menyahut, "Kamu sudah minum alkohol dan nggak boleh mengemudi. Ini nomor sopir pengganti. Telepon saja

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status