Keheningan di Paviliun Teratai terasa begitu berat, seolah udara di sana telah membeku. Li Lian masih bersujud, merasakan dinginnya lantai marmer merambat ke ujung jemarinya. Di hadapannya, Ibu Suri menyesap teh dengan ketenangan yang membuat semua orang merinding ketakutan, sementara Permaisuri Xiao—ibu dari Pangeran Zhan Feng—memperhatikan Li Lian dengan tatapan yang sulit diartikan— antara kasihan dan perhitungan dingin."Bangunlah, Li Lian," suara Ibu Suri memecah kesunyian. Tidak ada amarah yang meledak, namun otoritasnya terasa seperti beban ribuan ton.Li Lian bangkit perlahan, menjaga punggungnya tetap tegak meski jantungnya berdegup kencang. Ia melirik sekilas ke arah Wu Chen yang berdiri di sampingnya. Mantan suaminya itu tampak tegang. Wu Chen, sang Perdana Menteri yang tiba-tiba "baik" dengan memberikan suaka di paviliunnya, kini tampak seperti harimau yang tertangkap basah menyembunyikan mangsa."Kami telah mengamati situasimu," Ibu Suri memulai, suaranya mengalun renda
Last Updated : 2026-02-26 Read more