Ibu Suri melirik Chen Xu yang masih berdiri tak bergeming, serupa tugu karang yang tak terusik ombak. Wajah tua itu kembali tenang, meski sorot matanya menyimpan racun yang mematikan."Chen Xu, kau adalah seorang Jenderal yang menghabiskan hidup di medan perang. Tidak ada yang meragukan jiwa ksatriamu dalam membela negara ini,"Ibu Suri berhenti sejenak, menyesap tehnya dengan gerakan yang sangat lambat, seolah sedang menikmati ketegangan yang ia ciptakan."Cucuku, Xinyi, dalam hal ini juga merupakan korban, sama seperti dirimu. Meskipun peristiwa semalam sangat mencoreng muka kerajaan, kesucian cucuku masih terjaga. Oleh karena itu, aku tidak akan membatalkan pernikahan kalian. Justru, aku akan mempercepatnya."Kalimat itu jatuh seperti hantaman godam. Chen Xu mendongak, matanya berkilat kaget. Di sampingnya, Li Lian pun merasakan jantungnya mencelos, meski keterkejutannya terkubur rapat di balik topeng wajahnya yang sedingin es.Ibu Suri kemudian menoleh, menatap Li Lian dengan s
آخر تحديث : 2026-02-28 اقرأ المزيد