"Lian-er! Akhirnya!"Sebuah wajah muncul di pandangannya. Chen Xu. Pria itu tampak berantakan, matanya merah karena tidak tidur semalaman, rambutnya sedikit kusut, dan jubah kaisarnya sudah ia tanggalkan, menyisakan pakaian dalam sutra yang ternoda darah kering."Lian-er, kamu akhirnya membuka mata... Demi dewa, kamu hampir membuatku menghancurkan isi bumi ini!" Chen Xu menyambar tangan Li Lian, menciuminya berulang kali dengan rasa syukur yang meluap-luap.Li Lian terdiam, mencoba mengatur napasnya yang masih berat. Ia menatap wajah Chen Xu—wajah yang begitu mirip dengan Zhao Chen dalam mimpinya. Ingatan tentang Ling Zhe dan tragedi di lembah itu masih berputar di kepalanya, terutama suara pria bertopeng itu. Suara yang memerintahkan pembantaian mereka... suara yang sangat familiar, namun setiap kali Li Lian mencoba mengingatnya, kepalanya terasa seperti dihantam palu—sangat sakit."Jenderal... maksud hamba, Yang Mulia..." suara Li Lian parau."Jangan panggil aku begitu jika kita h
Ler mais