Li Lian tidak menoleh. Fokusnya hanya pada titik-titik saraf di dada Chen Xu yang kini tampak membiru. Ia menusukkan jarum perak pertama dengan presisi yang luar biasa, namun tangan Chen Xu yang dingin tiba-tiba mencengkeram kain gaun Li Lian dengan sisa tenaga yang samar, seolah tak ingin melepaskannya meski dalam kegelapan kesadaran."Lin Feng, tekan titik nadi di lengannya! Sekarang!" Li Lian berteriak lagi, air matanya jatuh menetes tepat di atas jarum yang baru saja ia tancapkan.Kesadaran Chen Xu benar-benar telah hilang. Kepalanya terkulai di bahu Lin Feng, wajahnya yang biasanya memancarkan wibawa kini tampak begitu rapuh, seolah nyawanya sedang ditarik paksa oleh tangan-tangan tak kasat mata."Lihatlah dirimu, Li Lian," suara Ibu Suri merendah, menjadi bisikan yang mematikan. "Kau bisa menyelamatkannya, tapi kau tahu harganya. Serahkan kotak perak itu padaku, hancurkan semua dokumen silsilah itu di depan mataku, dan aku akan memberimu penawarnya. Pilih sekarang, nama baik a
Ler mais