Malam itu, di bawah lindungan hujan yang mulai turun membasahi atap-atap istana yang dingin, tiga bayangan melesat keluar melalui jalur rahasia yang hanya diketahui oleh garis keturunan Naga. Mereka memacu kuda di tengah badai, menuju bukit suci yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para leluhur.Namun, saat bayangan mausoleum yang megah mulai terlihat di balik kabut hujan, langkah kuda mereka mendadak terhenti. Li Lian merasakan bulu kuduknya berdiri. Di depan gerbang utama yang seharusnya tertutup rapat dan dijaga ketat, tampak beberapa obor yang menyala redup, bergoyang tertiup angin kencang."Ada yang tidak beres," bisik Lin Feng, tangannya sudah menghunus pedang.Chen Xu memicingkan mata, menatap ke arah pintu batu raksasa mausoleum yang kini tampak terbuka sedikit, menyisakan celah gelap yang menganga. Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar suara dentingan logam yang beradu dengan batu, seolah seseorang sedang mencoba membongkar sesuatu dengan paksa di dalam sana.Bukan W
Last Updated : 2026-03-15 Read more