“Sayang, kamu sudah kembali!”Hazel nyaris melonjak kaget ketika suara melengking penuh sukacita itu menyambutnya. Baru saja kakinya menyentuh ubin teras rumah, Gracia—sang calon ibu mertua—sudah berdiri di sana dengan rentangan tangan lebar, seolah sedang menyambut kepulangan pahlawan yang baru selesai perang.Namun, dalam sekejap, binar bahagia di wajah Gracia berubah menjadi tatapan menghakimi yang tertuju lurus pada putranya.Gracia berkacak pinggang pada Hexa yang tampak dingin. “Hexa! Kamu tidak membelikan kursi roda?”“Untuk apa?”“Untuk apa, untuk apa! Ya untuk istrimu! Setelah ini, ke mana pun Hazel pergi, harus pakai kursi roda!” tukas Gracia sembari mendekati sang calon menantu. “Biar bagaimana pun, Dokter mengimbau kalau Hazel tidak boleh banyak bergerak.”Diperhatikan begitu, Hazel mendadak canggung. Dia berkata, “Ma, aku baik-baik saja.”“Iya, di luar. Tapi di dalam, bayi kalian rentan. Jadi, kali ini biarkan kami over protektif!” balas Gracia singkat, tak memberi celah
Last Updated : 2026-03-02 Read more