“Oh, hai Ryn. Kamu kerja di sini juga?” sapa perempuan itu dengan senyum manis yang terlalu terlatih.Dara. Teman kuliah Ryn dulu. Legenda kampus. Cantik, seksi, selalu jadi pusat perhatian, bahkan dosen laki-laki pun dulu sering salah fokus kalau Dara duduk di baris depan.Tinggi badan mereka hampir sama. Rambut cokelat bergelombang juga mirip. Hanya saja, beberapa hal di tubuh Dara jelas lebih diberkahi. Termasuk dada.Bukan berarti punya Ryn kecil. Tidak, ya!Namun, Dara selalu tahu cara membuat apa yang dia punya terlihat menonjol.“Halo, Dara,” sapa Ryn, nadanya netral. “Kamu calon sekpri si bos?”Dara terkekeh kecil. Bukan tawa lepas, lebih ke tawa yang dipoles supaya terdengar feminin dan tidak mengancam. “Iya. Aku udah lolos interview HRD sih. Tapi katanya Pak Kylar mau ngobrol personal dulu.”Masuk akal. CEO memang biasanya mau cek langsung kandidat yang akan duduk tepat di depan ruangannya. Apalagi sekretaris pribadi.Namun, tetap saja.Selama Ryn bekerja di sini, Kylar tida
Última atualização : 2026-02-09 Ler mais