Di rooftop, setelah pintu lift tertutup dan bayangan Kylar yang menggendong Ryn menghilang dari pandangan, suasana langsung berubah jadi ruang sidang darurat tanpa hakim.Naufal bergerak maju setengah langkah. Timing-nya presisi seperti biasa. Pria ini bukan hanya asisten, dia semacam damage control berjalan. Padahal, dalam hati Naufal mendesah panjang. ‘Kenapa sih Pak harus segitu impulsifnya?’“Mas Leon, bantu saya sebentar ya. Bill-nya perlu dicek ulang,” ucap Naufal santai, padahal otaknya sudah menghitung potensi gosip yang bisa meledak besok pagi.Distraksi.Leon yang dari tadi setengah panik. “Oh–iya, iya. Boleh.”Leon langsung ikut menjauh, mode analisanya aktif. Angka selalu lebih menarik daripada drama manusia. Begitu Leon pergi, pusat perhatian otomatis pecah.“Wah, nggak salah itu si bos gendong Ryn? Aku nggak salah lihat, ‘kan?” gumam Agis, masih setengah tipsy.“Ini maksudnya apa sih?” Lala menimpali, alisnya naik tinggi.Dara menyilangkan tangan. Ekspresinya netral, ta
Last Updated : 2026-02-16 Read more