Masuk“Kita menikah selama dua tahun.” Ryn Laverna kehilangan calon suami setelah direbut sahabatnya sendiri. Lalu, di tengah kegundahan itu, dia justru terjebak dalam kontrak dengan bosnya sendiri. Namun, apakah keputusan ini kesalahan terbesar, atau penyelamat?
Lihat lebih banyak“Karena meeting kami memang di sana.” Kylar menatapnya sabar. “Di hotel itu bukan cuma ada kamar. Ada restoran, ballroom, ruang rapat.”Ryn langsung mengangkat alis. “Tapi ada kamar juga.”“Ya, ada.” Kylar mengangguk. “Bukan berarti aku mau check-in sama perempuan itu.”“Omongan kamu bisa dipercaya nggak?” Ryn menelan ludah sebelum melanjutkan, kali ini suaranya jauh lebih pelan. “Jujur, setelah lihat Lala dikhianatin sama suaminya, pikiranku jadi ke mana-mana. Aku lihat kamu keluar dari ruang praktik dokter kandungan sama perempuan lain, terus kalian satu mobil dan masuk hotel. Aku juga lihat kamu bohong waktu aku tanya lagi di mana. Aku harus mikir apa, Mas?”Kylar terdiam.Kali ini dia tidak buru-buru membela diri. Tatapannya justru jatuh pada wajah Ryn yang perlahan mulai kehilangan nada sinisnya. Di balik semua tuduhan dan kemarahan itu, ternyata ada ketakutan yang jauh lebih sederhana, Ryn takut dirinya tidak lagi cukup bagi Kylar.“Aku nggak tahu harus minta maaf mulai dari mana
Ryn terdiam. Ada sedikit rasa bersalah yang menyelinap begitu mengetahui suaminya ternyata memang sedang sakit hari itu. Dia bahkan sempat melihat Kylar keluar dari IGD dalam keadaan sendirian, tetapi karena sibuk memikirkan kejutan yang ingin diberikan, dia sama sekali tidak menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan pria itu.Namun perasaan itu segera bercampur lagi dengan bayangan perempuan yang berjalan di samping Kylar ketika mereka keluar dari ruang praktik Gala. Tatapan Ryn pun kembali berubah. “Kenapa nggak bilang aku?” tanya Ryn, kali ini terdengar lebih kecewa daripada marah.Kylar baru membuka mulut, tetapi Ryn sudah lebih dulu menyambung dengan nada getir, “Ah, aku ngerti. Karena udah ada perempuan itu, ‘kan? Jadi kamu nggak ngerasa perlu kasih tahu aku keadaan kamu?”Bukannya tersulut, Kylar justru menatap istrinya beberapa detik. Kemudian pria itu berlutut di hadapan Ryn dan meletakkan kedua tangannya di paha perempuan itu. Sikapnya membuat Ryn sedikit terdiam, apala
“Aku ...” Ryn mengerjapkan mata lagi, seolah otaknya belum berhasil memproses kalimat yang baru saja didengarnya. “Aku apa?”Kylar menatapnya, dan kali ini sudut bibirnya benar-benar terangkat tipis meskipun kedua matanya masih menyimpan sisa kepanikan yang sejak tadi belum sepenuhnya hilang. Ada sesuatu yang jauh lebih besar di balik tatapan itu, sesuatu yang membuat dadanya terasa penuh sampai sulit bernapas.“Hamil.”Ryn menatapnya kosong selama beberapa detik, seolah otaknya membutuhkan waktu untuk mencerna satu kata itu. Perlahan, pandangannya turun ke arah perut sendiri. Tangannya bahkan sempat terangkat, ingin menyentuh bagian yang selama ini sama sekali tidak terasa berbeda, tetapi berhenti sebelum benar-benar sampai.“Dokternya yakin?”Kylar mengembuskan napas pendek yang nyaris terdengar seperti tawa. “Dia dokter, Ryn.”“Ya kali aja salah baca.” Ryn kembali menatapnya dengan dahi berkerut. “Lagian dari tadi muka kamu panik banget. Kayak ada sesuatu yang kamu sembunyiin.”Kyl
Untungnya Kylar berhasil menangkap tubuh istrinya sebelum perempuan itu jatuh membentur lantai.“Sayang. Ryn, buka mata.” Tangan Kylar bergerak cepat menyentuh pipi istrinya, tetapi tidak ada respons selain napas pelan yang masih terasa di dekat jemarinya. Rasa panik yang sejak tadi bercampur dengan amarah dan frustrasi seketika berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk.“Sir, is she all right?” Seorang staf hotel yang kebetulan melintas berhenti beberapa langkah dari mereka.Kylar langsung mengangkat wajah. “Call an ambulance. She's unconscious. Move!”Staf tersebut tampak terkejut melihat kepanikan di wajah pria itu. Dia segera mengangguk dan menekan tombol radio di pundaknya. “Of course, sir. I'll call one immediately.”“Tell them to hurry,” kata Kylar cepat. “We don't have time.”Sambil berbicara ke alat komunikasinya, staf itu mendekat karena melihat Kylar sedikit kepayahan. “Sir, let me help you carry her.” Kylar menoleh tajam. “No.”Staf itu terdiam.“I said no.” Nada Kyla
“Halo, Mas Leon. Maaf mengganggu. Boleh saya bicara dengan Mbak Ryn?”Naufal berbicara dengan nada setenang mungkin, meskipun di depannya Kylar sudah berjalan mondar-mandir seperti orang yang kehilangan arah. Sejak lima menit terakhir, atasannya itu tidak berhenti menatap ponsel, lalu berjalan, lal
Bodoh!Harusnya Ryn sadar dari awal. Rumah sebesar ini tentu dipenuhi CCTV. Bukan hanya di luar, tapi kemungkinan juga di dalam.Ryn menatap layar ponselnya beberapa detik.“Tenang, Ryn,” gumamnya pelan pada dirinya sendiri. “Kamu cuma salah karena masuk tanpa izin. Dia salahnya lebih banyak.”Kali
“Tidur maksudnya?” tanya Ryn pura-pura polos, padahal detak jantungnya belum juga stabil. Dia tahu persis maksud kalimat itu. Dan tubuhnya terlalu jujur untuk tidak bereaksi.Reaksi itu selalu datang bersamaan dengan kewaspadaan kecil yang sudah lama tinggal di tubuhnya. Sisa dari pengalaman lama y
Ryn langsung menegang. “Hah?!”Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.“Aku cuma tanya.”“Itu bukan pertan






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak