LOGIN“Kita menikah selama dua tahun.” Ryn Laverna kehilangan calon suami setelah direbut sahabatnya sendiri. Lalu, di tengah kegundahan itu, dia justru terjebak dalam kontrak dengan bosnya sendiri. Namun, apakah keputusan ini kesalahan terbesar, atau penyelamat?
View MoreKylar pikir caranya berhasil membuat Ryn menghubunginya?Oh, jangan harap.Gengsi Ryn saat ini rasanya sudah lebih tinggi daripada Tokyo Skytree.Sudah pria itu yang mengkhianatinya, sekarang dia juga harus menghubungi Kylar untuk meminta kartu kreditnya dibuka kembali? Enak saja.Lalu apa? Dia harus berkata, ‘Mas, kartuku nggak bisa dipakai. Tolong dibuka, ya?’Sementara Kylar mungkin akan duduk di rumah sambil merasa rencananya berhasil?Mimpi.Ryn masih punya harga diri. Dan, yang lebih penting, dia masih punya uang.Hello, dia bukan Ryn si anak Account Payable yang harus menghitung pengeluaran sebelum membeli sesuatu. Sekarang dia adalah pemilik Aozora, dengan sepuluh cabang yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.Mana mungkin seorang pemilik bisnis tidak memiliki kartu debit dengan saldo sendiri hanya karena suaminya memutuskan memblokir kartu kredit yang selama ini digunakannya?Walaupun, kalau dipikir-pikir, modal awal Aozora memang berasal dari–Ish!Kenapa sih, ke mana-m
Naufal datang tidak lama kemudian. Begitu memasuki kamar utama dan melihat ekspresi Kylar yang sudah berubah gelap, dia langsung tahu pertengkaran kali ini bukan sesuatu yang akan selesai hanya dengan satu telepon, sekuntum bunga, atau permintaan maaf sederhana.“Cari taksi yang bawa Ryn dari rumah tadi,” perintah Kylar tanpa basa-basi. “Saya mau tahu taksinya ke mana, dia turun di mana, berangkat jam berapa, sampai jam berapa. Cari semuanya.”Sementara Naufal mulai menghubungi pihak-pihak yang bisa membantunya melacak kendaraan tersebut, Kylar kembali memeriksa semua kemungkinan yang ada di kepalanya.Ryn datang dari Surabaya, lalu meninggalkan rumah setelah melihat dirinya bersama perempuan itu. Kalau istrinya pergi dari rumah, kemungkinan paling masuk akal adalah kembali ke Surabaya.Kylar langsung membuka daftar kontak di ponselnya dan mencari nama Anne. Jarinya menekan tombol panggil tanpa ragu.Panggilan tersambung setelah beberapa dering.“Anne.”“Mas Kylar? Ada apa, Mas?” Suar
Kylar menatap surat itu sekali lagi sebelum akhirnya meraih ponselnya.[Aku pergi. Nggak perlu cari aku.]Rahangnya langsung mengeras.Ryn benar-benar mengira dia akan membaca kalimat itu, lalu duduk diam dan membiarkan istrinya pergi begitu saja?Kylar membuka aplikasi pelacak yang terhubung dengan ponsel Ryn.Selama ini dia memang tidak pernah merasa perlu memeriksa keberadaan istrinya setiap saat. Bukan karena dia tidak bisa, melainkan karena dia tahu Ryn ada di rumah, di restoran, atau bersamanya.Fitur itu hanya dia pasang sebagai langkah berjaga-jaga. Kalau suatu hari terjadi sesuatu dan Ryn tidak bisa menghubunginya, setidaknya dia masih punya satu cara untuk menemukan perempuan itu.Namun sekarang, Kylar benar-benar membutuhkan fitur tersebut.Titik lokasi muncul di layar.Rumah?Kylar mengernyit, lalu memperbesar peta. Titik itu tetap diam. Tidak bergerak sedikit pun.Dia menunggu beberapa detik sebelum menyegarkan aplikasi. Tetap di sana.“Nggak mungkin.”Kalau Ryn membawa po
“Mbak?” suara sopir taksi akhirnya menyadarkan Ryn. “Mau saya berhenti di sini atau masuk ke lobi?”Ryn kembali menatap pintu masuk tempat Kylar menghilang. Dia belum tahu apa yang akan dilakukan setelah ini.Masuk dan melihat sendiri apa yang sedang dilakukan Kylar?Menunggu?Atau pulang begitu saja?“Kita jalan lagi aja, Pak,” putus Ryn akhirnya.Sopir itu tampak sempat menunggu beberapa detik, mungkin memastikan dirinya tidak salah dengar. Namun, ketika Ryn tidak mengatakan apa-apa lagi, mobil itu pun perlahan bergerak meninggalkan area hotel.Ryn memejamkan mata.Dia tidak mau masuk. Jangankan melihat suaminya berada satu kamar dengan perempuan lain, mengetahui Kylar berkali-kali memberikan jawaban yang berbeda dari apa yang dilihatnya sendiri saja sudah cukup membuat muak.Ketika membuka mata, Ryn hanya bisa menatap kosong ke arah jalanan di luar jendela. Kepalanya justru semakin dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah ingin dia pikirkan.Mungkinkah perempua
“Tutupi?” ulang Kylar hati-hati. “Maksudnya gimana?”Kylar tidak mau buru-buru menyimpulkan. Karena mungkin saja Ryn belum tahu semuanya. Dia akhirnya meletakkan tabletnya ke samping lalu menepuk pelan kasur di sebelahnya.“Sini dulu, ngobrolnya sambil duduk,” ajaknya lembut.Ryn menurut. Dia duduk
‘Serius? Harus banget ketemu di sini? Di Jepang?’ gerutu Kylar dalam hati.Di sebelahnya berdiri seorang wanita dengan rambut ash grey bergelombang dan dress pink selutut yang terlalu mencolok untuk ukuran siang hari. Dan sosok itu sedang tersenyum lebar ke arahnya.“Kamu ngapain di sini?” tanya Ky
Awalnya Ryn hanya diam. Tidak langsung bereaksi. Hanya menatap layar itu, seolah butuh waktu untuk memahami apa yang sedang dia lihat. Namun detik berikutnya, notifikasi kembali bermunculan, bertumpuk satu sama lain, bergerak cepat tanpa memberi jeda.
“Ya lihat aja sendiri,” sahut Kylar sambil mengangkat bahu dengan ringanRyn langsung membuka aplikasi media sosialnya. Jarinya bergerak cepat, lalu berhenti begitu melihat unggahan itu. Dan dalam hitungan detik, seluruh wajahnya berubah.“Mas …” gumamnya pelan, antara tidak percaya dan entah apa.B












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore