ログイン“Kita menikah selama dua tahun.” Ryn Laverna kehilangan calon suami setelah direbut sahabatnya sendiri. Lalu, di tengah kegundahan itu, dia justru terjebak dalam kontrak dengan bosnya sendiri. Namun, apakah keputusan ini kesalahan terbesar, atau penyelamat?
もっと見るGadis bermata biru itu tersenyum lebar, rambutnya tergerai melewati bahu, dan wajahnya tampak jauh lebih dewasa daripada terakhir kali Ryn melihatnya secara langsung.“Ziva?”“Iya, Ibu.” Ziva terkekeh kecil. “Masa Ibu lupa sama anak sendiri?”Ryn sama sekali tidak memedulikan godaan itu. Dia langsung mendekat dan memeluk putri angkatnya erat-erat, seolah ingin mengganti semua waktu yang mereka lewatkan berjauhan.“Ya ampun, kamu kenapa nggak bilang-bilang sama Ibu kalau mau datang? Kamu tahu Ibu kangen banget sama kamu, ‘kan?”Ziva membalas pelukan itu, menyandarkan pipinya sebentar di bahu Ryn. “Mau bikin kejutan buat kalian. Kalau aku bilang dulu, nanti nggak seru.”“Ibu hampir jantungan, tahu nggak?”“Tapi Ibu senang, ‘kan?”“Senang banget.” Ryn mundur sedikit untuk melihat wajah putrinya, lalu mengusap kedua pipinya dengan penuh sayang. “Ya Tuhan, kamu tambah cantik. Terakhir ketemu rasanya baru kemarin, sekarang lebih tinggi dari Ibu.”Ryn kembali memeluk Ziva sebentar sebelum mer
“Lipstik?” Kylar menoleh kepada jas yang dipegang Ryn, lalu mengerutkan kening. “Iya.” Ryn menunjukkan bagian yang terkena noda. “Ini.”Kylar mengambil jas itu dari tangannya dan memeriksa bagian yang ditunjukkan. Dahinya langsung berkerut. Dia benar-benar tidak tahu ada noda tersebut.“Dari mana?” gumamnya.Ryn menyilangkan tangan di depan dada. “Malah tanya aku.”Kylar mengusap bagian kain itu dengan ibu jarinya, tetapi noda merah tersebut tidak hilang. Dia masih terlihat bingung, bukan panik, karena sama sekali tidak merasa pernah menyadari ada lipstik menempel di sana.“Kayaknya tadi di kantor,” jawabnya akhirnya.“Di kantor?”“Iya.” Kylar menatap jas itu sekali lagi. “Mungkin ada yang nggak sengaja kena.”Ryn diam sebentar, lalu menatap suaminya tajam. “Siapa?”Kylar mengangkat bahu. “Aku nggak tahu.”Jawaban itu membuat Ryn mengernyit sedikit lebih dalam. Bukan karena langsung curiga, tetapi karena noda tersebut jelas bukan sesuatu yang biasanya muncul begitu saja di jas seseor
“Ayah pulang!” sambut Reynash begitu mendengar suara mobil memasuki garasi. Anak itu langsung berlari keluar sebelum Kylar sempat menutup pintu mobil dengan sempurna.“Halo, Jagoan.” Kylar tertawa kecil ketika melihat putranya berlari menghampiri, lalu membungkuk dan mengangkat Reynash ke dalam gendongan. “Ibu sama Kak Lucius mana?”“Ibu lagi masak. Kak Luc masih di atas, lagi main Lego.”“Wah, hebat. Ayah baru pulang, kalian sudah sibuk semua.”Reynash melingkarkan kedua tangannya di leher ayahnya. “Ayah jadi pulang buat makan malam?”“Jadi. Ayah sudah janji, ‘kan?”“Kirain Ayah lupa.”Kylar terkekeh. “Ayah nggak lupa.”Kylar membawa Reynash masuk ke rumah, lalu menurunkannya di ruang keluarga. Tas kerja yang dibawanya diletakkan di dekat sofa, begitu pula jas yang sudah dia lepas sejak perjalanan pulang. Setelah memastikan ponselnya masuk ke saku, Kylar langsung menuju dapur, tempat suara alat masak dan aroma ayam panggang memenuhi ruangan.Ryn berdiri di depan meja dapur dengan cel
“Atau kita sekarang ke kantor aku, terus makan bareng habis aku meeting?” usul Kylar, berusaha mencari jalan tengah.Ryn langsung menggeleng. “Pulang aja deh, Mas. Aku keburu kesel.”Kylar menghela napas pendek. Dia tahu kalau Ryn sudah bicara dengan nada seperti itu, memaksanya untuk tetap ikut hanya akan membuat suasana semakin buruk.“Jangan cemberut dong, nanti cantiknya hilang,” bujuknya sambil tersenyum. “Aku janji malam ini makan malam di rumah.”Ryn menoleh, menatapnya datar. “Mas pikir aku kesel karena nggak jadi makan?”“Terus?”“Bukan cuma itu.” Ryn mengembuskan napas, lalu menyandarkan punggung ke kursi. “Aku dari tadi udah senang mau makan sama kalian. Anak-anak juga baru selesai sekolah. Kita belum sempat benar-benar jalan-jalan sejak sampai sini, terus sekarang baru beberapa menit udah batal lagi.”Kylar terdiam. Dia tidak bisa membantah karena memang begitu adanya.“Dan sekarang kamu mau aku ikut ke kantor, duduk nunggu kamu meeting, terus habis itu baru makan?” lanjut
“Pak ini saya tidur di mana?” tanya Ryn pada Kylar yang baru selesai mandi.Pria itu keluar dari kamar mandi hanya dengan kaus putih polos yang menempel sempurna di badan berototnya. Rambutnya masih sedikit basah, menetes pelan di leher, dan untuk sesaat Ryn lupa caranya berkedip normal.Hanya pere
“Saya Kylar, suaminya Ryn.”Kylar mengucapkannya lugas, tanpa banyak gaya, tapi entah bagaimana terdengar hangat.Dini dan Yanto yang duduk di seberang mereka, di ruang tamu rumah kontrakan keluarga angkat Ryn, langsung membelalakkan mata.Sementara Ryn hanya diam. Duduk manis di sebelah Kylar. Tad
“Ini serius kita sudah menikah, Pak?” tanya Ryn tidak percaya sambil memegang buku nikah erat-erat di depan halaman KUA.Setelah Naufal mengurus dokumen itu dengan perasaan heran dan bingung, Kylar benar-benar langsung membawa Ryn ke kantor KUA. Bahkan, penghulu dan petugas lain juga telah lengkap
Ryn bergeming. Dia bingung harus mengikuti pemikiran gilanya, atau tetap pura-pura waras dan bekerja seperti biasa.“Jangan buang waktu saya. Kalau kamu cuma mau bilang ‘tidak’, bilang sekarang,” gertak Kylar.Namun, Ryn tetap duduk tanpa bicara apapun.Kylar menghela napas pendek, tipis. Bukan kes
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
評価
レビューもっと