Mag-log in“Kita menikah selama dua tahun.” Ryn Laverna kehilangan calon suami setelah direbut sahabatnya sendiri. Lalu, di tengah kegundahan itu, dia justru terjebak dalam kontrak dengan bosnya sendiri. Namun, apakah keputusan ini kesalahan terbesar, atau penyelamat?
view moreUntuk beberapa detik, tidak ada jawaban. Dan dari diamnya Zaky saja, Ryn sudah mulai memahami jawabannya. “Kak?” “Iya.” Jawaban itu tidak mengejutkan Ryn sebanyak yang dia kira. Mungkin karena malam ini sudah terlalu banyak hal yang terbongkar. Namun tetap saja, mendengar pengakuan itu secara langsung membuat dadanya terasa berat. “Aku yang kasih informasinya,” lanjut Zaky. “Dan aku nggak akan bohong soal itu.” Ryn tertawa kecil, tetapi tidak ada sedikit pun nada geli dalam tawanya. “Tentu aja.” “Dengar dulu.” “Dengar apa lagi?” tukas Ryn. “Aku nggak pernah kasih informasi soal anak haram. Aku cuma buka fakta kalau Benny Hartono punya seorang anak perempuan,” akui Zaky. “Bedanya apa?” “Beda.” Rahang Zaky mengeras. “Karena tujuan aku bukan menghancurkan kamu. Aku cuma mau semua orang tahu kalau kamu ada.” Ryn mengernyit. Untuk sesaat dia benar-benar tidak mengerti. “Maksud Kakak?” “Selama dua puluh empat tahun keberadaan kamu disembunyikan. Aku pikir kalau identi
“Buat apa datang ke sini?”Suara Ryn terdengar serak karena terlalu banyak menangis. Dia bahkan tidak meraih sapu tangan yang sejak tadi diulurkan Zaky.Pria itu akhirnya menurunkan tangannya lalu duduk di bangku taman yang sama, menyisakan jarak secukupnya di antara mereka.“Aku khawatir sama kamu.”Sejujurnya, setelah Ryn meninggalkan ruangan itu, Zaky langsung menyusul. Awalnya dia hanya ingin memastikan perempuan itu pulang dengan selamat.Dari koridor hotel, dia sempat melihat Ryn berhenti saat Benny memanggilnya. Selama beberapa detik, dia bahkan berpikir Ryn mungkin akan menceritakan semuanya kepada pria itu.Namun percakapan mereka berakhir jauh lebih cepat dari yang dia duga. Ryn pergi dengan mata yang masih basah, sementara Benny hanya berdiri diam menatap kepergiannya.Saat itu Zaky seharusnya berhenti. Seharusnya dia kembali ke ruangan dan membiarkan Ryn menghadapi semuanya sendiri seperti yang selama ini dia lakukan.Namun ketika akhirnya menemukan perempuan itu duduk sen
“Nyonya kenapa?”Suara Bimo membuat Ryn tersadar. Pria itu sudah membukakan pintu Rolls-Royce hitam yang terparkir di depan hotel.“Nggak apa-apa, Pak.” Ryn memaksakan senyum kecil yang bahkan tidak terasa seperti senyumnya sendiri. “Ayo kita pulang.”Dia bahkan tidak berpikir untuk kembali ke ballroom atau berpamitan kepada Anjana. Saat ini dia hanya ingin pergi sejauh mungkin dari tempat itu.Begitu mobil mulai meninggalkan area hotel, Ryn kembali membuka ruang obrolan Kylar.Jemarinya bergerak lebih cepat daripada pikirannya.[Mas, aku nggak oke.]Setelah beberapa detik, pesan kedua menyusul.[Aku butuh kamu.]Dan sebelum sempat menahan diri, satu pesan lagi terkirim.[Pulang, Mas.]Pesan itu terkirim, tetapi hanya centang satu.Ryn menatap layar ponselnya beberapa saat. Dia tahu alasannya. Cuaca di Maldives sedang buruk, sinyal pasti tidak stabil, dan Kylar jelas tidak sengaja mengabaikannya.Namun anehnya, mengetahui semua itu tidak membuat dadanya terasa lebih ringan. Justru mala
“Sepertinya saya tidak perlu mengenalkan kalian lagi ya?” ujar Indri santai. “Kalian teman dari SMA, bukan?”Ryn hampir tidak mendengar kalimat itu dengan utuh. Tatapannya terus berpindah antara Indri dan Zaky.Anak angkat? Kata-kata itu masih menggema di kepalanya.Selama ini dia tahu Zaky berasal dari keluarga berada. Dia tahu pria itu memiliki kehidupan yang baik. Namun tidak pernah sekali pun terlintas dalam pikirannya bahwa Zaky memiliki hubungan dengan keluarga Hartono.“Ma-maksudnya ini apa?” tanya Ryn terbata.Tidak ada yang langsung menjawab. Keheningan yang muncul justru membuat dadanya semakin sesak.“Apa maksudnya ini?” ulang Ryn lagi. Kali ini pandangannya tertuju lurus kepada Zaky. “Kak?”Zaky terlihat mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya berjalan mendekat. Pria itu lalu duduk di sofa di samping Ryn.“Aku minta maaf, Ryn.”“Maaf untuk apa?” tanya Ryn dengan jantung yang kini terasa semakin tidak nyaman. Karena dia tahu, orang tidak meminta maaf tanpa alasan. “Dan s
Kylar bergeser sedikit lebih dekat di sofa. Tangannya terulur, menarik Ryn pelan agar bersandar ke bahunya.Ryn sempat protes kecil, tapi tetap menurut. Kepalanya akhirnya jatuh juga di bahu Kylar.“Masih sakit?” tanya Kylar pelan. Tangan kirinya naik mengusap pelan punggung bawah Ryn, gerakannya l
“Tidur maksudnya?” tanya Ryn pura-pura polos, padahal detak jantungnya belum juga stabil. Dia tahu persis maksud kalimat itu. Dan tubuhnya terlalu jujur untuk tidak bereaksi.Reaksi itu selalu datang bersamaan dengan kewaspadaan kecil yang sudah lama tinggal di tubuhnya. Sisa dari pengalaman lama y
Ryn bengong dua detik. Lalu hampir tertawa karena tidak percaya. “Ya Tuhan. Dracin mana yang cuci otak kamu itu, Kylar?”“Aku serius.”“Aku juga serius!” Ryn melangkah mendekat satu langkah. “Kamu lagi demam tinggi terus mikirnya sampai ke situ?”Kylar tidak tertawa. Sorot matanya tetap keras. “Aku
Ryn langsung menegang. “Hah?!”Kylar membuka satu mata, sudut bibirnya terangkat tipis. Bahkan dalam keadaan pucat pun, ekspresi isengnya tetap hidup. “Refleks kamu cepat banget.”“Pagi-pagi ngomongnya udah ke mana-mana,” desis Ryn, pipinya menghangat tanpa izin.“Aku cuma tanya.”“Itu bukan pertan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore