“Pak, dia tetap tidak mau mengaku,” lapor salah satu bodyguard begitu melihat Kylar dan Naufal memasuki gudang logistik.Di tengah ruangan, seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun duduk di atas kursi besi. Kedua tangannya memang tidak diborgol, tetapi ada dua bodyguard berdiri di kanan dan kirinya sehingga mustahil baginya melarikan diri.Begitu melihat Kylar masuk, pria itu langsung berdiri.“Saya sudah bilang dari tadi, saya bukan pelakunya!” serunya dengan wajah pucat. “Saya cuma kebetulan lewat!”Kylar menghentikan langkah tepat beberapa meter di depan pria itu. Tatapannya tajam, tetapi nada suaranya tetap tenang. “Kalau memang cuma lewat, kenapa waktu orang saya mendekati kamu, kamu langsung pergi?”“Saya panik, Pak.”“Panik karena apa?”“Karena tiba-tiba ada tiga orang asing ngikutin saya.” Pria itu menelan ludah berkali-kali sebelum melanjutkan, “Kalau Bapak ada di posisi saya, pasti juga takut.”Kylar tidak langsung menyahut. Dia hanya mengamati pria di hadapannya dari u
Read more