Madeleine menatap Alaric beberapa saat. Sorot matanya tetap tenang, seolah memastikan pria itu benar-benar serius dengan ucapannya.Setelah beberapa detik, senyum tipis muncul di bibirnya.“Saya bisa saja memberi tahu apa yang saya ketahui,” katanya ringan. “Namun apakah itu akan langsung membuat Anda mempercayainya?”Madeleine menjeda sebelum melanjutkan, “Lagipula, apa yang saya miliki baru sebatas perkiraan. Itu bisa saja benar, tapi bisa juga meleset.”Madeleine lalu mengangkat satu jari, seolah menandai sesuatu.“Satu informasi, satu alasan untuk percaya. Dengan begitu, saya bisa mendapatkan kepercayaanmu seutuhnya.”Alaric menatapnya dalam diam. Ia tidak langsung menjawab, seolah menimbang kata-kata Madeleine dengan hati-hati. Ia masih belum sepenuhnya yakin. Namun rasa penasarannya jelas belum hilang.“Namun sebelum itu, saya ingin tahu satu hal,” kata Alaric. “Jika saya berdiri di pihak Anda, apa yang sebenarnya menjadi taruhannya bagi saya?”Madeleine jelas menangkap kecuriga
Last Updated : 2026-03-12 Read more