Suasana istana yang kaku dan senyap berganti sepenuhnya ketika Madeleine melangkah masuk ke kediaman Nyonya Solyra. Udara di sini berbeda. Penuh aroma parfum mahal yang saling berlomba, penuh senyum yang dipoles rapi, penuh percakapan ringan yang tidak satu pun benar-benar tulus.Madeleine menyapunya dengan satu pandangan.Di sudut halaman, anak-anak berjejer rapi. Dari yang kecil hingga remaja, mereka mengenakan pakaian seadanya, tapi berusaha tampil sebaik yang mereka bisa. Ada sesuatu yang murni di wajah mereka, sesuatu yang terlalu bersih untuk disentuh oleh kepentingan ruangan ini. Madeleine menatap mereka sejenak lebih lama dari yang ia rencanakan."Penggalangan dana ini diadakan setiap tahun?" tanyanya, matanya kembali menyapu kerumunan, mencari satu wajah tertentu."Benar, Yang Mulia," jawab Erin pelan, berdiri setengah langkah di belakangnya. "Donatur terbesarnya adalah Nyonya Darmia Solyra, istri Lucian Solyra, pemuka agama tertinggi." Erin mengarahkan pandangannya denga
Read more