Lucas melangkah masuk dengan kemarahan yang membuncah, membuat atmosfer ruangan seketika menegang.“Ketuklah pintunya, Yang Mulia. Ini ruang pribadiku!” tegur Madeleine seraya beranjak berdiri dari kursinya. Ia menatap Lucas tanpa sedikit pun rasa gentar, meski aura mengintimidasi dari pria itu terasa begitu kuat.Lucas terdiam, rahangnya menegang. Bagi Madeleine, sikap itu justru semakin menegaskan betapa ia tidak mampu mengendalikan emosinya sendiri.“Ini ruang kerja pribadiku,” ulang Madeleine, nadanya lebih rendah namun tajam. “Kau tidak berhak mengatur dengan siapa aku bertemu, apalagi masuk tanpa izin seperti ini.”Di dalam benaknya, tindakan Lucas bukan lagi sekadar bentuk perhatian, melainkan pelanggaran batas yang jelas atas wilayahnya.Madeleine melirik Alaric. Ia masih duduk santai, sama sekali tidak terlihat terganggu. Ketenangannya sedikit meredakan rasa tegang di dada Madeleine, meski suasana tetap panas.Ketika Alaric akhirnya berdiri, gerakannya tampak terukur dan hati
Read more