Adelynn menghembuskan napas pelan. Kekakuan yang sempat terlihat di wajahnya perlahan menghilang. "Kalau saya jadi Yang Mulia, saya tidak akan terlalu percaya diri," ujarnya tenang.Ia menatap Madeleine tanpa berkedip. "Karena takdir yang bukan milik kita tidak akan tinggal selamanya. Pada akhirnya, ia selalu kembali kepada pemilik aslinya.""Saya setuju." Madeleine mengangguk pelan. "Tapi sejauh ini, takdir tampaknya tidak keberatan dengan posisi saya.”Adelynn terdiam, senyumnya tetap ada, namun kata-kata seolah menguap begitu saja dari bibirnya.Tatapan Madeleine jatuh sekilas pada pergelangan kaki Adelynn yang dibalut kain putih.Jika pria bertudung itu memang berada di sana, apakah targetnya kali ini berbeda? Atau mungkin ia salah perhitungan?Madeleine belum punya jawaban, tapi satu kemungkinan mulai terbentuk di benaknya—dan belum sempat ia pikirkan lebih jauh, suara Adelynn memecah keheningan."Saya mendengar perjalanan Anda beberapa hari lalu tidak berjalan dengan baik. Kaba
Terakhir Diperbarui : 2026-05-31 Baca selengkapnya