Setelah orgasme simultan yang membara dalam posisi 69, Chika dan Wiro masih terengah-engah di ranjang, tubuh mereka basah keringat dan lendir. Chika, yang nafsunya tak pernah puas, bangkit pelan, matanya menatap kontol Wiro yang masih setengah tegang dengan lapar. "Belum selesai, Mas," bisiknya genit, suaranya serak penuh godaan. "Sekarang giliran aku yang di atas... aku mau naik kontolmu dan goyang sampe puas." Wiro tersenyum lelah tapi excited, berbaring telentang di ranjang, tangannya meraih pinggul Chika. "Silakan, Mbak. Kontol gue siap buat Mbak goyang." Chika tertawa kecil, naik ke atas tubuh Wiro, lututnya menekan kasur di samping pinggul pemuda itu. Memeknya yang basah kuyup tepat di atas kontol Wiro, ia gosok-gosokkan klitorisnya ke kepala penis yang keras, membuat keduanya mengerang. "Ahh... licin banget memek Mbak," desah Wiro, tangannya meremas payudara Chika yang menggantung montok di depan wajahnya. Chika menggenggam kontol Wiro, mengarahkan ke lubang memeknya, lalu me
Read more