Malam hari.Di dalam kamar rawat inap.Nindy duduk di kursi samping ranjang untuk menemani Nandira yang masih tampak lemas. Sedang Kiran sudah izin karena harus pulang.“Apa kamu mau makan?” Nindy kembali membuka obrolan setelah hening beberapa saat.Nandira menoleh pada Nindy, dia menatap sepupunya dengan tatapan penuh rasa bersalah. Bukannya menjawab pertanyaan Nindy, Nandira justru berkata, “Nindy, maafkan aku, ya. Gara-gara masalahku, kamu jadi ikut terseret dan terluka seperti ini. Kemarin aku benar-benar bingung dan tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi selain kamu.”Nindy terkejut mendengar Nandira sampai berkata seperti itu. Dia menggenggam lembut tangan Nandira, mencoba menenangkan. “Kamu tidak perlu memikirkan itu lagi, Dira. Aku tidak masalah, kok. Walaupun sebenarnya aku sempat merasa sangat takut, tapi aku jauh lebih takut kalau sampai kehilangan kamu.” Kedua sudut bibir Nindy tertarik ke atas setelah bicara.Senyum Nandira terangkat kecil, dia mengangguk-an
Last Updated : 2026-06-29 Read more