Nindy dan yang lain akhirnya kembali masuk ke dalam ruang rawat inap. Begitu pintu terbuka, Elsa langsung berlari kecil menghampiri Arkan.“Papa, Bibi Nindy beliin Elsa banyak snack, lihat ini,” seru Elsa riang sambil mengangkat tinggi-tinggi kantong plastik berisi camilan di tangannya.Arkan tersenyum lebar melihat keceriaan putrinya, lalu tatapannya tertuju pada Nindy. “Terima kasih banyak, Nindy, sudah merepotkan.”Nindu mengangguk pelan. “Sama-sama. Sama sekali tidak merepotkan, kok.”Arkan mengusap lembut rambut putrinya, lalu berbisik pelan. “Elsa, dulu Elsa bilang pengen sekali lihat dan ketemu sama Mama, ‘kan?”Mendengar kata 'Mama', Elsa mengangguk kecil dengan mata bulatnya yang berbinar. Pandangan Arkan kemudian beralih menunjuk ke arah ranjang pasien. “Nah, dia Mama Nandira, mamanya Elsa.”Bola mata Nandira berkaca-kaca melihat Arkan memperkenalkan dirinya sebagai ibunya Elsa. Dia menatap penuh harap pada Elsa bisa menerimanya.Sedang Elsa terdiam sejenak. Dia memiringka
Last Updated : 2026-07-05 Read more