Adnan hanya mengangguk dengan lembut, matanya tetap terpaku pada wajah Pak Budi. "Apa pun itu, saya akan melakukan yang terbaik untuk Anda," jawab Adnan dengan nada yakin. Ia melepaskan tangan Pak Budi sejenak untuk menutup mata dan mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan energi yang ada di sekitarnya. Cahaya matahari yang menerobos celah tirai kaca tampak sedikit lebih terang seolah merespons gerakannya. "Kalau begitu, saya akan menyembuhkan Anda sekarang. Hanya perlu beberapa menit, cukup tutup mata dan rileks saja."Tanpa menunggu jawaban, Adnan kembali memegang tangan Pak Budi. Adnan berdiri di sisi ranjang Pak Budi, matanya menyala dengan cahaya samar yang hanya ia bisa lihat. Dalam benaknya, sebuah antarmuka transparan muncul dengan tulisan-tulisan berwarna biru muda, sistem khusus yang hanya ia miliki. "Sistem, gunakan poin untuk menyembuhkan Pak Budi," kata Adnan dengan nada tenang, namun penuh fokus. Ia menyadari bahwa penggunaan sistem ini harus tetap disembunyikan d
続きを読む