Adnan melanjutkan langkahnya ke dalam rumah, menyusuri lorong utama yang lurus dan luas. Setelah beberapa langkah, sebuah ruangan besar muncul di depannya, dapur yang jauh melampaui ukuran dapur rumah biasa.Lantai dapur menggunakan ubin keramik berwarna cream yang bersih kilap, sementara meja kerja besar dari marmer putih menghiasi tengah ruangan. Di sisi kanan dapur, sebuah kulkas jumbo dengan dua pintu berdiri gagah, lebarnya hampir mencapai dua meter dan tingginya sekitar satu setengah meter, dengan permukaan stainless steel yang mengkilap.Tiba-tiba, suara "meong... meong..." yang lebih keras terdengar dari arah kulkas. Si Putih berdiri di depan pintu kulkas, cakarnya kecil terus mencakar-cakar permukaan baja tersebut sambil melihat ke arah Adnan dengan mata besar yang penuh harap."Hey, apa yang kau lakukan sih, Putih?" tanya Adnan sambil mendekatinya, tangannya ingin menggendong kucing itu. Namun Si Putih hanya mengangkat kepalanya dan mengeluarkan suara "meong... meong..." la
続きを読む