***Nika sudah sampai di kantor, ia baru saja menaruh tasnya di atas meja. Kedua temannya baru juga datang, Gendis langsung mendekati Nika, sementara Dean sedang membersihkan meja kerjanya dari debu.“Gimana? Om Herman udah di kasih tau?” tanya Gendis.Nika menggeleng lemah, “Belum, masih bingung harus mulai dari mana.” jawab Nika.“Kayaknya nanti aja kalau libur kerja.” lanjut Nika.“Sebelum kamu ngasih tau, sebaiknya kamu tanya dulu soal poligami, apa pandangan Ayah kamu soal punya istri dua.” saran Dean sambil menatap Nika.“Huh. Sebelum ngasih tau Ayah, aku masih bingung sama diri sendiri.” ucap Nika.“Bingung kenapa?” tanya Gendis sambil mengerutkan keningnya.“Bingung mau terima atau tolak,” jawab Nika.“Tanya sama hati kamu sendiri, kalau kamu terima berarti kamu harus lebih kuat lagi, karena kedepannya bakalan banyak ujian hidupnya,” ucap Dean.“Jujur ya, aku pengen nerima karena pengen mereka bantu pengobatan Ayah, tapi di satu sisi a
Última actualización : 2026-01-30 Leer más