Seharian, Kaisar yang kesal pada Liona yang terkesan membela Ryuga, sama sekali tak menegur istrinya itu. Bahkan, sikapnya begitu dingin dan datar. "Sayang...." Liona yang duduk di atas tempat tidur, menyapa Kaisar yang baru saja memasuki kamar. Namun, Kaisar yang disapa hanya diam saja. Bahkan tak melirik apalagi menatap pada Liona yang sedang berusaha meluluhkannya. "Sayang, maaf," ucap Liona dengan pelan. Saking pelannya, suaranya lebih layak disebut sebagai gumaman. Melihat perubahan sikap Kaisar yang dingin dan datar, bahkan tak mau berbicara dengannya, Liona merasa sedih. Untuk pertama kalinya, ia melihat sifat keras hati sang suami. "Sayang, maaf... kalau gak mau maafin, aku pulang aja ke rumah Papa!"Tak mendapatkan respon dari Kaisar sejak tadi, Liona turun dari atas tempat tidur dan berteriak pada suaminya yang sedang membuka kemejanya di depan cermin. Diteriaki oleh istrinya, Kaisar menoleh, matanya melotot tajam pada Liona yang berdiri dengan kedua tangan meremas pi
Read more