Sejak keributan yang terjadi antara dirinya dan Kaisar semalam, Liona terlihat murung dan cenderung pendiam. Ia yang biasanya ceria dan selalu bertingkah aneh, kini terlihat diam dan tidak banyak bicara. Wanita hamil itu rindu, rindu pada Kaisar yang selalu memanjakannya dan tidak pernah marah karena hal-hal sepele. Namun, kini Kaisar berubah, membuatnya merasa tidak nyaman berada di sisi pria itu. "Hei, kenapa duduk di sini?" Liona yang duduk sendirian di pinggiran kolam renang, melihat pada cup ice cream yang disodorkan ke hadapan wajahnya. Selanjutnya, ia pun mendongak, menatap Ryuga yang berdiri di belakangnya dengan tubuh sedikit condong ke depan. "Bang Ryuga, kok udah pulang? Mas Kai mana?" Ditanya, Liona bukannya menjawab. Tetapi justru balik bertanya, bahkan menanyakan keberadaan Kaisar, hingga Ryuga menghela napas dibuatnya. "Gak ada kerjaan di kantor, jadi pulang lebih awal," jawab Ryuga dengan suaranya yang teduh dan menenangkan. Mendengar perkataan Ryuga, Liona a
続きを読む