"Gak ada yang perlu dimaafkan, Bu. Lagi pula saya gak minat buat ikut kelas Bu Diana lagi!" Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Liona, wajah Diana memerah, bahkan tatapan matanya berubah sendu. Ia pun menundukkan kepalanya lantaran merasa tak enak hati. "Saya bener-bener mi—""Saya tadi udah bilang sama Pak Kai, kalau mau berhenti kuliah aja, biar fokus sama kandungan. Lagi pula, Bu Diana gak usah sungkan, saya gak marah kok. Udah biasa juga diusir dari kelas," kata Liona. Memotong cepat perkataan yang hendak diucapkan oleh Diana. Diana mengangkat wajahnya, menatap Liona yang berbicara. Dilihatnya, gadis nakal itu tersenyum padanya. "Kamu gak marah sama saya?" tanya Diana, suaranya terdengar pelan. Sedangkan sepasang matanya masih saja menatap pada Liona.Kepala Liona menggeleng. "Agak kesel doang tadi, karena dikatain gak beretika. Tapi, ya udahlah... saya sadar diri, karena selama ini emang gak beretika." Aryo yang duduk di samping Diana, menatap pada Kaisar yang memangk
Read more