INICIAR SESIÓN"Pak Kai, mau coba gaya apa? Baling-baling bambu atau gaya kodok berenang?" ~ Baby Liona. "Saya mau coba semua gaya yang kamu bisa!" ~ Kaisar Adam Prasetya. *** Sakit hati lantaran dihina dan dipermalukan oleh mantan kekasih dan mantan sahabatnya di depan umum, Kaisar nekat menerima tawaran kencan gadis nakal yang tak lain adalah mahasiswi di tempatnya mengajar. Baby Liona, yang sudah lama menyukai Kaisar selaku dosennya, menawarkan diri dengan harga 50 juta. Sebagai gantinya, Liona meminta Kaisar untuk menjadi kekasihnya. Bahkan, mengancam menggunakan foto-foto cek in mereka. Dari Liona inilah, perjalanan Kaisar sebagai pria sejati dimulai!
Ver más"Ugh, gila, gerah banget. Kayaknya mandi sore-sore gini rasanya seger, apalagi mandi bareng...."
Kaisar, dosen yang berusia 33 tahun, pemilik tubuh atletis, wajah tampan, rahang kokoh, alis tebal dan tatapan mata tajam itu terdiam ketika mendengar suara grasak-grusuk yang berasal dari ruangan olahraga. Harusnya semua mahasiswa sudah pulang, tetapi karena curiga, Kaisar memberanikan diri untuk mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka. "Ya Tuhan, baru aja bayangin enaknya mandi bareng kucing peliharaanku, ini malah lihat pemandangan kayak gini! Putih, mulus, ramping kayak gitar spanyol. Benar-bener pemandangan yang gila!" Gluk! Kaisar yang berdiri di depan pintu, menelan ludah dengan kasar. Sepasang matanya menatap gadis yang sedang mengibatkan rambutnya di depan kipas angin. Di dalam ruangan itu, sang gadis terlihat mendekatkan wajahnya pada kipas angin, berusaha menghilangkan hawa gerah dan panas di tubuhnya yang berkeringat. "Segernya...." Selanjutnya, gadis itu membuka kaos yang di pakainya dengan perlahan. Hingga tampaklah punggungnya yang putih dan mulus. Gluk! Kaisar kembali meneguk ludah, matanya tak lepas dari pemandangan indah tersebut. Kini, tubuh bagian atas gadis itu hanya di balut oleh kacamata kuda yang mengetat di kedua bukitnya. "Gila, bagian belakangnya aja udah bikin suhu badanku panas dingin," gumam Kaisar. Ia seolah terhipnotis pada punggung gadis itu. Setelahnya, tangan gadis itu bergerak pada kacamata kudanya dan hendak membukanya perlahan. Namun, gerakan gadis itu tiba-tiba terhenti saat Kaisar tak sengaja menyentuh gagang pintu hingga terdengar bunyi pelan. Criet! Spontan, Kaisar menarik tubuhnya dan bersembunyi. Ia takut kegiatannya yang sedang mengintip di ketahui oleh gadis itu. Sedangkan sang gadis menoleh, masih dengan tangan yang memegangi tali kacamata kuda hitamnya. "Oh, ternyata Pak Kai," gumam gadis itu. Sudut bibirnya tersungging. Ia tersenyum tipis, lalu kembali berbalik badan, memunggungi pintu ruangan tersebut. Beberapa saat kemudian, Kaisar yang merasa keberadaannya aman, kembali mengintip kegiatan gadis itu. Dilihatnya, gadis itu menyilangkan kedua tangan di dada. Lalu, menyentuh kacamata kudanya dan mengusap benjolannya dengan perlahan. "Egh...." Suara hembusan napas dan lenguhan gadis itu terdengar pelan. Pelan memang, tetapi berhasil membuat hasrat kelakian Kaisar mendadak naik. "Sial, apa yang sebenernya dilakuin cewek itu?" tanya Kaisar dalam hati. Tubuhnya mulai gelisah, hawa panas semakin menjalar, pemandangan yang berada di depan mata membuatnya benar-benar berhasrat. Ingin pergi, tetapi ia penasaran dengan kegiatan gadis itu selanjutnya. Pikirnya, apakah gadis itu akan melakukan hal yang tidak-tidak? "Shit...." Kaisar mengumpat, sebelah tangannya menyentuh sesuatu yang mengembung di balik celana training yang dipakainya. Di dalam ruangan tersebut, gadis itu benar-benar membuka kacamata kudanya. Hingga, punggungnya semakin terekpose tanpa penghalang. Bahkan, lehernya yang putih jenjang tampak begitu menggoda di mata Kaisar. Rasanya, ingin sekali Kaisar melihat bagian depan tubuh gadis itu. Pikirnya, bagian punggungnya saja begitu indah, apalagi bagian depannya. Pikiran-pikiran jorok itu terus memenuhi isi kepala Kaisar. Terlebih lagi, sejak dikhianati mantan tunangan dan mantan sahabatnya lima tahun yang lalu, Kaisar belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun lagi. Ia jomblo, bahkan kerap dijuluki sebagai bujang lapuk. Mendapat julukan bujang lapuk, sebenarnya Kaisar bukannya tidak laku. Tetapi ia sengaja hidup sendiri lantaran tak ingin masa lalu buruk terulang lagi. Meskipun memilih untuk hidup sendiri, bukan berarti Kaisar tak menyukai wanita. Hasratnya tetap tinggi, ingin merasakan apa itu hubungan intim dan nikmatnya bercinta. Hanya saja, dia sudah komitmen untuk tidak melakukan hubungan apapun dengan pacarnya, sampai mereka menikah. Lamunan Kaisar kembali buyar ketika gadis itu kembali menggerakkan pinggulnya, seolah ingin menggodanya. "Mau apa lagi dia?" Gadis itu meraih tisu basah, lalu mengusap area dadanya yang padat, bulat, berisi dengan ujung merah muda itu perlahan. Gerakan gadis itu membuat Kaisar merasa gila. Fantasi liar mulai memenuhi otaknya, meski hanya melihat bagian punggung si gadis. Setelah mengusap dadanya menggunakan tisu, gadis itu meraih tasnya dan mengeluarkan pakaian ganti. Dari dalam tas itu, ia mengambil kacamata kuda renda hitam yang kontras dengan kulit putih mulusnya. Lalu memakainya dengan santai. "Lambat banget, jangan-jangan dia sengaja nyiksa aku," kata Kaisar. Merasa jika gadis itu sengaja melambatkan kegiatannya. Selanjutnya, gadis itu memakai singlet ketat sebagai atasan dan rok jeans di atas lutut sebagai bawahan. Singlet ketat yang dipakainya, membuat kedua bongkahan bukitnya sedikit menyembul, seperti mau keluar dari tempatnya berada. Melihat kegiatan gadis itu, Kaisar geleng-geleng kepala. Aksinya saat ini seperti pria nakal. Tak ada mirip-miripnya dengan dosen yang selama ini terkenal galak dan irit yang bicara. Saat memakai rok jeansnya, sempat-sempatnya gadis itu menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Bahkan, bibirnya mengeluarkan suara desisan pelan. "Sstt, ayo dong," desisnya lirih. "Sialan, kalau kayak gini, aku bener-bener bisa gila," kata Kaisar. Kepala atas bawahnya kini terasa nyeri dan berdenyut-denyut. Dilihat sakit, tidak dilihat penasaran. Benar-benar seperti simalakama Kaisar di buatnya. Setelah memakai singlet dan roknya, gadis itu berjongkok, membuat bagian belakangnya terlihat jelas di mata Kaisar, untung pakai dalaman. Lalu, dengan santai ia meraih high heelsnya dan memakainya. Bleduk! Kaisar yang begitu fokus mengintip, tak sengaja menyenggol tempat sampah yang ada di sampingnya. Buru-buru ia menahan napas dan kembali bersembunyi. Beberapa saat kemudian, ia kembali mengintip. Namun, gadis itu sudah tidak ada di sana. Bahkan, tas dan barangnya sudah hilang. Kaisar mengerutkan kening sembari berbalik badan. Heran, kemana perginya gadis itu. "Kemana dia?" gumam Kaisar. "Loh Pak Kaisar ada di sini? Pak Kai mau ngintipin saya, ya?" Bersambung...."Buset dah Pak Kai, usaha satu jam giliran main tiga menit langsung crot!" Wajah Kaisar memerah, sedangkan matanya melotot lebar. Saking lebarnya, mirip seperti anak sapi yang tersedak air susu induknya. "Ka—" "Gak asik banget. Baru juga mau rileks, egh udah selesai aja." Liona kembali berbicara, bahkan membuat kalimat yang baru saja akan keluar dari mulut Kaisar langsung terpotong. Dari ekspresi dan reaksi Liona, ia benar-benar tidak puas dengan permainan yang dipimpin oleh Kaisar."Dasar gak berguna, badan gede, perut sixpack dan muka ganteng, ternyata lemah, gak tahan lama!" sungut Liona dengan wajah yang terlihat dongkol. Berkedut-kedut bibir Kaisar. Tak terima diolok dan dimaki oleh Liona yang tidak puas dengan permainannya. "Saya udah pengen dari tadi, Liona. Tapi kamu terlalu banyak omong. Untung gak tumpah di luar sebelum masuk," kata Kaisar. Ia yang sejak tadi dimaki akhirnya angkat bicara. Liona melipat kedua tangannya di dada, lalu mendengus keras dan membuang muka.
"Pak, ini gimana? Masa saya yang harus masukin punya Bapak ke punya saya. Kan kesannya Bapak jadi pihak yang gak berguna!" Perkataan Liona yang mengatakan 'pihak tak berguna' membuat Kaisar yang memejamkan mata dengan deru napas naik turun, membuka mata dan menatap gadis itu. Ia menghela napas panjang. Rasanya jengkel dikatakan tidak berguna. Dan, ini adalah kali keduanya Kaisar dikatakan wanita seperti itu, pertama dikatakan tidak berguna oleh wanita masa lalunya. Dan kali keduanya dikatakan oleh Liona, mahasiswi barbar di kampus tempatnya mengajar. "Saya bayar kamu loh, 15 juta! Bisa-bisanya kamu nyuruh saya yang kerja," kata Kaisar sembari beringsut dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. "Harga pasaran pelacur di club butterfly cuman 1 sampe 5 juta, lah kamu saya beli tiga kali lipat. Pilih kamu, saya kira bakalan dapat lebih, ternyata lebih parah, saya masih harus capek-capek kerja!" Liona memajukan bibirnya. Sebenarnya bukan tak mau melakukannya, tetapi ia merasa ng
"Panjang banget, Pak. 19,5 centi, emangnya muat kalau dimasukin ke punya saya yang masih sempit dan legit ini?" Liona yang syok setelah mengukur panjang batangan tegang milik Kaisar, meneguk ludah dengan bersusah payah. Ia mengangkat wajahnya dan menatap Kaisar yang tersenyum tipis. Gadis itu tak menyangka jika Kaisar yang bertubuh atletis dengan otot perut delapan kotak, memiliki panjang burung yang luar biasa untuk ukuran warga lokal. "Sempurna... muka ganteng kayak ayang Jongki, badan gede tinggi, perut kotak-kotak, dan ternyata burungnya ukuran jumbo," ucap Liona dalam hati."Kenapa? Kamu takut, hmm!" tanya Kaisar dengan santai. Bibirnya masih saja tersenyum tipis. Kepala Liona menggeleng pelan. "Enggak, cuman kaget aja. Punya Bapak besar dan panjang, mirip sama punya cowok-cowok yang ada di film biru, hee!" celetuknya. Gadis nakal itu terkekeh, hingga Kaisar meringis di buatnya. "Jadi, kamu sering lihat film biru?" tanya Kaisar dengan santai sembari mengambil alih penggaris
"Kapan mulainya, Pak? Saya udah gak tahan mau nyobain gaya baling-baling bambu dan kodok berenang!"Liona tak hanya sekedar berbicara, tetapi sambil bergerak maju dan memepet Kaisar yang duduk bersandar di kepala ranjang. Perlahan, ia melepaskan telapak tangannya dari mulut pria itu.Tingkah laku dan perkataan absurd gadis itu membuat Kaisar geleng-geleng kepala. Pikirnya, apakah Liona memang terlahir tanpa urat malu hingga membuatnya tak memiliki rem jika berbicara."Ayo kita ML," ajak Liona. Berbisik lembut di telinga Kaisar.Gluk!Kaisar meneguk ludah dengan bersusah payah. Hembusan hangat napas Liona yang menyapu telinga, membuat darahnya berdesir.Tak ingin dikatakan expired dan dianggap tak mampu, Kaisar pun memeluk pinggang ramping gadis nakal itu dan menarik tubuhnya hingga merapat tanpa jarak dengannya."Hmm, saya jadi pengen lihat, seliar apa sebenernya kamu," kata Kaisar. Suaranya pelan, sengaja ditahan.Liona menggigit bibir bawahnya. Sedangkan tatapan matanya tertuju pada
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.