Setelah mendapatkan persetujuannya, aku memanjat tempat tidur dengan penuh semangat dan berlutut di belakangnya.Aku ingin menyentuhnya, tetapi rasa gugup tiba-tiba menyergap tanpa bisa kukendalikan.Tante melihat kegugupanku. Dia terkekeh kecil lalu membalikkan tubuh, membuka kedua kakinya lebar-lebar untuk membimbingku.Tepat pada saat itu, terdengar suara pintu depan yang dibuka.Aku dan tante sama-sama terperanjat, jantung kami berdegup kencang. Selain kami berdua, siapa lagi yang punya kunci rumah ini?Aku dan tante saling berpandangan, sadar bahwa situasi gawat.Selain kami, hanya om yang punya kunci untuk masuk ke sini.Otakku berpikir cepat mencari alasan, tetapi dengan tubuh bagian bawah yang telanjang bulat, kebohongan sebaik apa pun tidak akan ada gunanya.Suara langkah kaki terdengar makin dekat, sepertinya sedang menuju ke lantai atas.Aku pun panik mencari tempat persembunyian, sementara Tante dengan tenang menggenggam tanganku dan berbisik pelan, "Jangan panik, Om kamu k
Read more