"Ih, kamu Arya. Kenapa kamu di sini. Bukannya kamu mau menunggu ibumu dan ayahmu. Kenapa sudah di sini, hah?" tanya Mala dengan wajah kesal karena orang yang menepuk pundaknya itu Arya. "Aku hanya menepuk pundakmu kenapa kamu terkejut. Aneh, kamu seperti orang yang mengintai suaminya selingkuh. Padahal, bukan suami juga," cicit Arya kesal dengan Mala yang malah mengatakan kenapa di sini. "Bukan aku yang aneh. Kamu yang aneh. Kamu mengejutkan aku. Bagaimana kalau dia tahu kalau aku di sini. Aku mau buat kejutan dan juga dia memang calon suamiku. Wanita sialan itu sudah jadi pelakor jadi wajar aku seperti ini." Sela Mala tidak terima dengan perkataan Arya. "Jaga ucapamu. Siapa yang kamu katakan wanita sialan. Kamu tidak perlu berkata seperti itu aku tidak suka. Sekarang, fokus jauhkan pria pencuri itu dari sisi wanitaku. Bukan malah mengumpat wanitaku," kesal Arya mendengar Mala mengatakan Hana wanita sialan. "Hei, sabar. Kenapa marah aku mengatai dia bukan dirimu. Lagian, kamu juga
Baca selengkapnya