LOGINHana anak yatim piatu kehilangan kesuciannya yang direbut oleh anak bosnya sendiri yang bernama Lintang Irwandi. Pria tampan, arogan, kejam dan dingin ini merebut kesuciannya Hana karena Hana tidak kenal dengannya. Hana terpaksa menikah dengan Lintang karena ancaman Lintang dikarenakan ayahnya sakit setelah tahu Hana dilecehkan anaknya. Di bawah Ancaman ayahnya Lintang setuju menikahi Hana akan tetapi, Lintang memberikan syarat ke Hana selama mereka menikah. Bagaimana kisah Hana dan Lintang. Apakah tumbuh benih cinta antara Hana dan Lintang? yuk kepoin Mauliate Godang.
View More"Hana, mulai besok kerja di perusahaan cabang ya. Kamu harus bantu anak saya. Apa kamu bisa?" tanya Pak Irwandi.
"Siap, Pak," jawab Hana. Hana yang bekerja sebagai sekretaris Pak Irwandi kini dia berpindah di perusahaan milik Pak Irwandi yang lain. Di sana Ceo-nya adalah anak dari Pak Irwandi seorang CEO yang sangat kejam, dingin arogan dan juga perfectonis. Hana yang baru pertama kali bekerja dengan anak pak Irwandi sedikit merasa canggung terlebih lagi dia belum melihat wajahnya. Sebulan Hana bekerja akan tetapi tidak pernah menunjukkan batang hidungnya hingga dia harus bekerja sendirian. Karena pekerjaan yang cukup banyak membuat dirinya harus lembur. "Lelah," cicit Hana. Karena kelelahan Hana tertidur di meja kerjanya saat tengah terlelap Hana merasakan ada sentuhan di kepalanya, bibirnya. Dan sontak saja Hana terbangun dan melihat siapa yang sudah menyentuhnya. "Eh, siapa kamu? Berani-beraninya kamu sentuh aku." Hana tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh pria itu. "Kamu Hana, bukan?" tanya si pria itu dengan wajah yang dingin, datar dan tidak ada senyum sedikitpun di bibirnya. Dengan perasaan takut Hana mengganggukan kepala. Hana berdiri dan dirinya mundur ke belakang. Apalagi Hana mencium aroma Alkohol dari mulut si pria yang sangat kuat. Dan Hana yakin kalau pria yang di depannya ini dalam kondisi yang tidak baik. Hana takut jika si pria ini akan menyentuhnya. "Ma-maaf Pak. Saya tidak tahu. Kalau begitu saya permisi dulu, saya mau pulang." Hana buru-buru merapikan meja kerjanya. Namun tangan Hana dipegang erat oleh si pria. Dan tatapannya tajam ke Hana. "Kamu tidak tahu saya siapa?" tanya si pria tersebut kepada Hana. Hana menggelengkan kepala menjawab pertanyaan dari si pria. Hana mencoba untuk melepaskan tangan dari pria dengan memukulnya. "Lepaskan, Pak. Tolong lepaskan," teriak Hana. Namun tangannya semakin kuat dicengkram oleh si pria. "Kamu sekretarisku tapi kamu tidak mengenal siapa bosmu? Luar biasa sekarang ikut aku," ucap pria tersebut yang bernama Lintang Irwandi yang merupakan anak dari pak Irwandi. Mendengar kalimat kalau dia tidak mengenal bosnya sontak saja Hana terkejut ternyata pria ini adalah anak dari pak Irwandi. Karena selama ini anak dari bosnya berada di luar negeri dan sekarang anak bosnya bekerja di perusahaan anak cabang dan dia sebagai sekretaris kepercayaan dari pak Irwandi ditempatkan untuk membantu anaknya. Dan sekarang Hana sudah melihat bosnya dan dia memang tampan tapi kelakuannya minus. Hana ditarik paksa oleh Lintang untuk masuk ke dalam ruangannya. "Tolong, lepaskan saya, pak Lintang. Saya bener-bener tidak tahu. Selama ini, saya hanya bekerja untuk pak Irwandi. Saya tidak kenal Anda. Maafkan saya. Tapi, tolong lepaskan saya. Tolong hargai saya jangan seperti ini." Hana mencoba kembali melepaskan tangannya dari Lintang. Sayangnya, kekuatan Hana tidak sebanding Lintang. Hana dilempar ke sofa dan dengan cepat Lintang langsung mengukungnya. Kukungan dari Lintang membuat Hana tidak bisa bergerak dia hanya bisa membela dirinya dengan memukul menampar Lintang. Akan tetapi Lintang tidak peduli dia yang sudah mabuk langsung mencium Hana dengan brutal. "Teriak lah, teriaklah dengan kencang, wanita murahan. Di sini tidak ada yang bisa mendengarkan suaramu itu. Wanita tidak tahu diri beraninya kamu tidak mengenalku. Kamu itu digaji olehku tapi bisa-bisanya kamu lebih mengenal ayahku dari aku." "Apa kamu selingkuhan ayahku?" tanya Lintang yang mencengkram dagu Hana. Tangan Hana terus memukul Lintang. "Pria kejam. Lepaskan aku. Sudah aku katakan kalau aku tidak tahu dan itu bukannya sengaja." Tangan Hana yang memukul Lintang dipegang Lintang hingga Hana kesulitan untuk melindungi dirinya dari Lintang. "Alasan. Kamu pasti selingkuhan ayahku," jawab Lintang. "Hiks, saya benar-benar tidak tahu. Dan saya bukan selingkuhan Pak Irwandi. Saya baru bekerja di perusahaan ayah Anda baru 5 tahun dan saya ditugaskan ke sini untuk membantu Anda. Saya tidak diperkenalkan secara langsung ke Anda oleh ayah Anda. Saya benar-benar tidak tahu, Pak Lintang. Tolong maafkan saya. Saya berjanji akan ingat Anda tapi tolong lepaskan saya. Saya mohon," tangis Hana meminta kepada Lintang untuk melepaskan dirinya. Sayangnya Lintang tidak mau. Dia yang sudah kadung marah dengan orang lain melampiaskan kemarahannya kepada Hana. Baju Hana dirobek dengan sangat kasar. Hana menjerit histeris karena baju kemeja kerjanya sudah terbuka dan terlihatlah gundukan kenyal yang ditutupi oleh pakaian dalamnya hingga membuat Hana menangis histeris. Hana mencoba untuk menutup tangannya ke arah dadanya namun ditahan oleh Lintang. Hingga Hana sulit untuk menggerakkan tangannya. "Saya mohon pak Lintang, lepaskan saya. Saya mohon lepaskan saya. Apapun akan saya lakukan jika Anda melepaskan saya. Bapak jangan perlakukan saya seperti ini. Saya di sini hanya mau bekerja saya ...." mulut Hana terbungkam karena bibir Lintang sudah mendarat di bibirnya. Lumatan- lumatan kecil penuh bergelora hingga membuat gairah dari Lintang mulai terpacu. Hana yang masih berusaha untuk memberontak akhirnya menyerah terlebih lagi roknya sudah dirobek oleh Lintang hingga Hana terlihat polos walaupun masih tertutup dengan pakaian dalamnya tetap saja Hana malu. Harga dirinya hancur dalam semalam. Sedangkan Lintang yang sudah tidak kuat lagi segera membuka pakaiannya. Keduanya polos bak bayi. Hana hanya bisa menangis, dia memohon berkali-kali namun nyatanya Lintang tidak peduli dirinya yang sudah terbakar api gelora yang merasuk ke dalam tubuhnya membuka kedua kaki Hana dan langsung saja melakukan penyatuan. "Dia masih Virgin," cicit Lintang. Hana yang mendapatkan serangan dari Lintang hanya bisa menjerit dia pasrah karena kesucian yang dia jaga selama ini hilang. Harusnya kesuciannya akan diserahkan kepada suaminya. Kini kesuciannya harus direbut paksa oleh anak bosnya sendiri yaitu Lintang. Pria arogan ini terus menerobos inti Hana. Hatinya sudah tertutup rapat oleh gairah yang membara di dalam dirinya. Hana hanya bisa menangis sesekali dirinya mengeluarkan suara-suara manja dan itu membuat Lintang semakin bersemangat. Peluh percintaan membasahi tubuh Hana apalagi tanda merah percintaan yang Lintang berikan membekas di kulit putih Hana. Bukan hanya itu saja punggung Lintang juga sudah penuh dengan cakaran Hana. Lintang dan Hana terus bermain permainan yang cukup panas suasana yang dingin tidak membuat Lintang menyudahi permainannya dia terus bermain dan kali-kali Lintang menyuburkan benih kehidupan di rahim Hana. "Kamu nikmat, Hana. Sangat nikmat. Aku suka," ucapan Lintang membuat dirinya jijik dengan tubuhnya yang kotor. Terus bermain dan pada akhirnya klimaks keduanya pun terjadi. Sekali lagi Lintang menitipkan benih di rahim Hana. Usai bermain Lintang roboh di atas tubuh Hana. Air mata Hana sudah tidak lagi bisa keluar. Hana terdiam dan dia sudah pasrah. Hidupnya sudah tidak ada gunanya lagi. Saat ini dirinya sudah kotor. Siapa yang mau dengan dia? Pria manapun tidak ada yang mau. "Kamu benar-benar sangat nikmat dan aku sangat menyukainya." perkataan dari Lintang membuat hati Hana sangat sakit. Dia seperti tidak ada harga dirinya di mata Lintang. Hana mendengar suara dengkuran halus dari Lintang. "Hiks, apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku tidak ingin bekerja lagi di sini. Aku harus pergi dari sini. Jika aku berada di sini maka aku akan jadi wanita penghangat dirinya." "Aku tidak mau itu terjadi," ucap Hana pada dirinya sendiri. Hana berusaha bangun dan mendorong tubuh Lintang sampai jatuh ke bawah. Lintang tidak bergerakan sama sekali. Lintang benar-benar tertidur. Hana bangun dengan perlahan dia merasakan sakit di bagian intinya dengan memungut baju yang sudah berantakan Hana berjalan perlahan menjauhi Lintang. "Bagaimana caranya aku keluar dari sini." Hana semakin panik karena dia tidak bisa keluar dari ruangan Lintang. Pakaian yang dia gunakan benar-benar sudah tidak bisa lagi digunakan. Hana berjalan ke arah kamar pribadi Lintang. Dia mencari pakaian Lintang yang bisa dia gunakan. Dan beruntung dia bisa mendapatkan pakaian tersebut. Dengan cepat Hana menggunakan pakaian Lintang. Setelah itu, dia keluar dengan buru-buru. Sesampai di meja kerja Hana segera menuliskan surat pengunduran diri dan diletakkan di meja barulah setelah itu dia pergi meninggalkan perusahaan. Hana ingin dirinya menjauh dari Lintang, dia tidak ingin berhubungan lagi dengan pria kejam yang sudah merebut kesuciannya. Hana menghapus air matanya perlahan dengan tangan bergetar. Hana langsung ke parkiran motor meninggalkan kantor. Beruntung satpam yang berjaga di pintu depan tertidur jadi dia bisa pulang tanpa ada yang tahu. 1 jam perjalanan Hana akhirnya sampai di rumah dia segera mandi membersihkan dirinya dari sisa-sisa percintaan. "Bu, maafkan saya," tangis Hana pecah. Hana memanggil nama mendiang ibunya. Hana merasa bersalah karena tidak bisa menjaga kesuciannya. "Maafkanlah aku, Bu. Maafkanlah, aku. Karena aku tidak bisa menjaga kesucianku. Aku lebih baik mati daripada aku harus menanggung malu." Hana terus menangis dan memukul-mukul dirinya. 2 jam lebih di kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu Hana keluar dia menatap kamar kosnya dan dengan cepat Hana merapikan pakaiannya. Hana ingin malam itu juga keluar dari rumah dan pergi menjauh. "Aku tidak akan berada di sini lagi. Aku harus menjauh." Hana pergi dari kost dia tidak ingin bertemu dengan Lintang. Keesokan harinya, Lintang yang terbangun terkejut melihat seorang pria sudah duduk tepat di depannya dan menatap tajam ke arah dirinya. "Siapa wanita yang kamu tiduri, Lintang?" tanya orang tersebut. Lintang hanya terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa karena pertanyaan dari orang tersebut membuat dia kembali mengingat siapa wanita yang sudah dia renggut kesuciannya. Saat dia menoleh ke kiri tepatnya ke arah sofa ada jejak kesucian di sana. Lintang tidak menjawab pertanyaan darinya pria tersebut. Pria tersebut marah dan berdiri berjalan ke arah Lintang dan dia memukul Lintang dengan cukup kuat. "Aku tanya kepadamu sekali lagi siapa yang kamu tiduri Lintang," teriaknya dengan cukup kencang. "Hana," jawab Lintang dengan suara tegas dan tatapan yang tajam ke arah pria tersebut. Pria itu adalah pak Irwandi. Ayahnya sendiri. Pak Irwandi langsung terduduk dia memegang dadanya yang terasa sakit. "Kenapa kamu lakukan ini kepada anak yatim piatu Lintang. Apa salah Hana kepadamu Lintang. Kenapa kamu merenggut kesuciannya, Lintang. Kenapa?" tanya pak Irwandi. "Dia tidak perawan lagi," jawaban Lintang membuat pak Irwandi terdiam. Pak Irwandi menatap tajam ke arah anaknya. Dia mengatakan kalau Hana itu tidak perawan lagi. Pak Irwandi tidak percaya. "Hana itu wanita baik-baik. Tidak mungkin dia tidak perawan lagi. Sekarang, cari dia jika tidak aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan apapun yang aku miliki. Dan aku akan hancurkan apapun yang kamu lakukan. Aku tidak main-main, Lintang." "Cepat cari dia dan tanggung jawab perbuatanmu itu. Aku tidak peduli dia perawan atau tidak. Apa kamu mengerti?" tanya pak Irwandi dengan cukup tegas kepada Lintang untuk mencari keberadaan Hana. "Aku tidak butuh hartamu kalau kamu mau hancurkan aku. Silahkan lakukan apapun. Aku tidak takut." Lintang malah melawan pak Irwandi. Dia tidak akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukan karena dirinya sudah memiliki kekasih jadi mana mungkin dia bertanggung jawab dengan Hana. "Kamu yakin dengan ucapanmu itu?" tanya pak Irwandi dengan suara dingin dan tatapan mata tajam ke arah Lintang.Pak Candra marah besar karena pintu kantor milik Arya tidak bisa dibuka olehnya. Asisten dari Arya segera mendekati Bos besarnya sambil menundukkan kepala memberi hormat. "Kenapa pintu ini dikunci dari dalam. Apa yang dia lakukan?" tanya Pak Candra kepada asisten Arya. "Maaf, Pak Candra. Pak Arya tidak bisa diganggu dia ingin tidur sebentar. Katanya, kepalanya pusing dan dia tidak enak badan jadi dia ingin menenangkan diri," jawab asisten tersebut yang memberitahukan kalau Arya sedang istirahat dan tidak enak badan.Pak Candra terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak ingin membahasnya lagi dan langsung pergi meninggalkan kantor. Asisten Arya hanya bisa menghela nafas saat dirinya harus berbohong dengan ayah dari atasannya itu. "Untung saja dia percaya jika tidak maka akan ada masalah yang lebih besar lagi," jawab sang asisten yang langsung pergi masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan Arya dan juga Mala terus memberikan permainan-permainan panas mereka. Suara-suara teriakan
"Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu pasti yang sudah mencelakai Lintang. Ayo katakan saja kamu yang melakukannya kan. Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu tidak bisa membodohiku lagi, Arya. Aku tahu semuanya. Tega kamu lakukan itu. Apa mau kamu, Arya. Apa," teriak Mala dengan cukup kencang. Dia benar-benar marah dan murka dengan Arya yang sudah membuat Lintang celaka. Ini bukan seperti ini rencana mereka sebelumnya. Tapi Arya malah membuat Lontang celaka. Arya yang tidak terima dibentak oleh Mala segera berdiri dan dia mendekati Mala. Dengan cepat Mala diseret ke ruangannya. Ruang pribadi miliknya yang ada di kantor tersebut. Pintu semuanya dikunci.Arya memberikan pesan kepada asistennya untuk tidak masuk ke dalam ruangan ini. Setelah itu dia masuk menemui Mala. Mala menatap Arya dengan nanar. Dia tidak percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh Arya padanya. "Apa yang mau kamu lakukan. Lepaskan aku. Aku ingin pergi ke rumah sakit. Aku ingin melihat Lintang dia me
Pak Irwandi segera membawa Hana ke ruangannya. Dia ikutan panik karena anaknya dan asistennya kecelakaan apalagi setelah mendengar kalau Lintang kecelakaan karena mencari keinginan untuk Hana. "Kamu jaga dia. Saya mau ke rumah sakit dan nanti setelah dia sadar langsung hubungi saya dan saya akan kasih tahu dimana rumah sakitnya," ujar Pak Irwandi ke Azizah. Azizah menganggukkan kepala dia akan menjaga Hana dengan sangat baik. Dan dia akan menunggu kabar dari Pak Irwandi nantinya. "Hana, bangun, Han. Kenapa kamu pingsan. Aduh kamu menakuti aku, Han," rengek Azizah yang benar-benar takut jika terjadi sesuatu dengan Hana. Azizah mengambil minyak angin dia mengusap hidung Hana dengan minyak angin. Berharap Hana bangun. Setengah jam berusaha membangunkan Hana, akhirnya Hana terbangun. "Lintang. Mana dia? Apa yang terjadi. Azizah, suamiku kecelakaan. Aku tidak mau dia kenapa-napa," tangis Hana mengadu ke Azizah kalau Lintang kecelakaan. "Iya, sabar dulu. Tenangkan dirimu. Ingat kamu h
"Hahh! Semutnya masuk. Aku harus apa sekarang," teriak Lintang yang langsung turun dari tangga dan berteriak kencang karena semut yang dikatakan oleh pak Kumis masuk ke bajunya. Mario ikutan panik karena Lintang digigit semut. Mario membantu Lintang untuk mengeluarkan semut dan akhirnya Lintang bisa selamat dari semut yang sudah keluar dari dalam pakaiannya. "Semut tidak tahu diri. Kenapa dia masuk. Aku hanya ambil satu. Awas kalian aku bakar kalian," rutuk Lintang dengan wajah kesal. Lintang kesal karena dia digigit semut padahal dia sudah hati-hati tapi tetap saja dia digigit oleh semut. Pak kumis melihat Lintang marah-marah geleng kepala. "Kamu itu disukai dia makanya kamu digigit. Sudahlah, jangan banyak bicara kamu. Diam saja. Sana pulang sudah dapatkan mangganya?" tanya Pak kumis membawa kembali tangga dan pergi dari hadapan Lintang. "Eh, Pak. Tunggu dulu. Saya mau tanya dimana pohon cermai. Istri saya ingin pohon cermai dia. Apakah bapak tahu di sekitar sini ada pohon cerm
Setelah mengingat akhirnya, Arya mengetahui siapa dia. "Oh iya aku ingat dia adalah wanita yang mengaku sebagai kekasihnya Lintang. Dia mau apa ke bandara ya? Apa tidak sebaiknya aku bertanya dengan dia. Siapa tahu dia masih berhubungan dengan Lintang di belakang Hana dengan begitu aku bisa member
Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint
"Mau apa kamu ke sini? Apa masih ingin mengejar istriku ya?" tanya Lintang kepada Arya.Arya mengikuti Lintang dan juga Hana sedari di kantor. Dia masih belum bisa menerima Hana menikah dengan Lintang. Dia masih terus mengejar Hana karena dia sudah bertekad kalau dia ingin mendapatkan Hana. Apapun
"Dengar ya apa yang aku katakan ini," ucap Lintang ke Hana. "Ok, Sayang. Tapi, kamu jangan jahil ya mereka itu orang yang kita kenal. Termasuk Azizah. Dia sahabat baikku dan sudahku anggap sebagai keluarga jangan sampai kamu membuat dia membenciku karena idemu itu," ucap Hana yang membuat Lintang
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews