“Kamu tidak akan melihat matahari terbit jika berdiri di situ, kemarilah! Nanti airnya akan menjadi hangat jika mataharinya sudah bersinar,” bujuk Reviano.Tiffany menghela nafas kesal. “Awas saja jika pemandangannya tidak seindah yang kamu katakan, aku tidak akan tidur di kamarmu lagi,” ancam Tiffany.“What? Jika kamu berani melakukannya, aku akan mengikat tangan dan kakimu di ranjangku sehingga kamu tidak bisa kemana-mana lagi,” ganti Reviano yang mengancam.Malas berdebat dengan pria itu, Tiffany mencelupkan kakinya ke air yang dingin dan berjalan menuju ke tempat Reviano berdiri. Tubuhnya menggigil sejenak karena harus beradaptasi dengan air yang merendam kakinya.“Mana mataharinya?” tanya Tiffany tidak sabar.“Tunggu sebentar lagi,” jawab Reviano.Tidak lama kemudian, matahari terbit bergerak seakan muncul dari permukaan air laut. Raksasa siang itu menunjukkan keindahannya, warna emasnya membuat mata Tiffany terhipnotis.
Last Updated : 2026-04-03 Read more