“Momi, aku kangen!” “Apa aku boleh menitipkan Hasan sebentar?” Harson melihat ke jam tangannya. “Aku ada jadwal sidang sebentar lagi jadi apa aku bisa menitipnya sebentar? Nanti aku akan segera jemput jika sidangnya selesai.” Sejenak Stevia terdiam, jujur saja ia masih merasa sangat canggung jika ditinggal berdua dengan putranya. Karena selama ini Hasan jarang bertemu dengannya dan bahkan hampir tidak pernah, hanya saja beberapa kali akhir-akhir ini Harson baru mempertemukan mereka. Jadi Stevia masih agak kaku. “Nak, apa kamu mau ikut ke kantorku?” “Iya, mau!” Hasan langsung setuju, wajah polos anak itu terlihat bersemangat. “Momi, aku boleh duduk menunggu di sana? Aku janji nggak akan nakal.” Tatapan mata Hasan sangat jernih, ia menatap Stevia dengan penuh harap. Namun terlihat ada rasa takut dan masih sungkan terhadap ibunya. “Tentu, ayo kita pergi.” Stevia menggenggam tangan kecil itu di tangannya. Meski mereka jarang bertemu tapi perasaan hangat untuk anaknya tetap ada.
Ler mais