Share

Bab 96

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-03-28 17:29:26

“Saat itu … Susan terus menatap Stevia.”

Napas Tasya terdengar sedikit berat, namun ia tidak menghentikan kata-katanya.

“Dan wajahnya …”

Ia berhenti sejenak.

“… berubah.”

Mahendra langsung menatap tajam ke arah Tasya, seolah mencoba menekan kesaksiannya dengan tatapan saja.

Namun Tasya tetap melanjutkan. “Wajahnya terlihat kecewa.”

Kalimat itu langsung membuat suasana ruang sidang bergunca
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 204

    Bayu yang kebingungan dengan kondisinya saat ini karena pertarungannya ternyata sudah berakhir. Sedangkan dirinya merasa tidak ingat saat pertarungan barusan tahu-tahu ternyata sudah berakhir dan semua penonton sedang bersorak atas kemenangannya.Jantung Bayu berdegup kencang dengan suara dengungan masih terdengar di telinga meski tidak sekeras tadi. Bayu memegang dadanya karena jantung terasa seakan mau meledak.Di hadapan orang lain Bayu tidak terlihat begitu senang meski baru saja memenangkan pertarungan. Namun, wajahnya malah terlihat sangat kebingungan. “Ikut saja dulu denganku, ayo!” Basri yang melihat itu segera membawa Bayu meninggalkan arena. Tanpa menjawab Bayu tetap mengikuti Basri dari belakangnya. Mereka masuk ke ruangan tadi yang tepat di depan loker tempat baju Bayu berada. “Apa kau baru saja sadar dengan apa yang kamu lakukan?” tanya Basri.Mata Basri menatap Bayu dengan serius sembari memegang kedua pundaknya.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 203

    Hanya dengan satu gerakan tangan aba-aba dari wasit pertarungan di atas arena dimulai saat itu juga. Bayu beberapa saat lalu sempat menoleh ke arah Basri karena ia mengenali suara teriakannya barusan.Namun, karena pertarungan sudah dimulai maka Bayu kini fokus menatap lawannya. Kali ini pria yang menjadi lawannya adalah Arham salah satu petarung handal. Usianya sepantaran dengan Bayu mungkin hanya beda sedikit.Arham menatap tajam Bayu sambil meju dan mereka saling ancang-ancang akan menyerang satu sama lain. Saat kepalan tangan Arham mulai diarahkan pada Bayu dengan kekuatan penuh semangat dan cepat.Sebaliknya Bayu yang sadar akan serangan yang baru saja diarahkan padanya. Gerakan Arham begitu cepat jika dilihat oleh orang lain tapi berbeda dengan Bayu melihat gerakan itu jadi lambat. Gerakan santai Bayu hanya bergeser pelan sudah bisa menghindari pukulan.Merasakan pukulannya yang baru saja melesat hanya mengenai udara kosong. Membuat Arham se

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 202

    Matanya terus menangkap pergerakan dan menyimak seperti biasa yang ia lakukan selama ini. Setiap kali sebelum bertarung Bayu selalu mempelajari beberapa trik di atas arena yang sedang berlangsung. “Bentar lagi aku dengar kamu yang naik ke sana.” Basri menoleh pada Arjuna. Mendengar itu Arjuna langsung mengangguk. “Benar aku akan bertarung habis ini. Sekarang kamu nggak lihat aku sedang mempersiapkan diri?” “Ya … lihat kok, dari tadi kamu diam di sampingku,” singgung Basri sambil menatap malas. “Hehehe … ini juga lagi bersiap kok.” Arjuna sambil tertawa lalu menoleh ke samping. “Bayu kamu giliran kamu kapan?” “Aku nggak tahu, ini cuma lagi nunggu dipanggil ajalah. Males tanya,” jawab Bayu. Basri langsung mengusulkan, “Kalau begitu biar aku yang tanyakan dulu ke tempat boss Soma.” “Tapi Bang—” “Nggak apa lagian aku ada urusan juga di sana,” potong Basri.

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 201

    “Apa kamu masih takut?” tanya Bayu saat melihat wajah Rara. “Ya … aku hanya takut jika anak buahnya datang ke sini. Dan …” “Sudah tenang saja, tidak perlu takut. Aku tidak akan membiarkan mereka dengan mudah mendekatimu.” Sekali lagi Bayu menenangkannya. Dengan wajah tertunduk sambil menutupi sisi lain dari pipinya. Rara mengikuti Bayu masuk ke dalam. Bayu berbicara dengan seorang pria yang bekerja sebagai staff di depannya. Tidak lama kemudian kunci kamar tadi diberikan kepala mereka. Setelah berjalan sebentar di lorong akhirnya sampai di depan pintu kamar yang dituju. Sesuai dengan nomor kamar dan ketika kunci dimasukkan pintu langsung terbuka tanpa menunggu lama. “Ayo masuk! Untuk sementara kamu hanya perlu menungguku di sini sebentar. Karena nanti malam aku pasti akan datang lagi.” Bayu melangkah masuk lebih dulu. Mendengar itu Rara hanya mengangguk lalu mengikuti Bayu denga

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 200

    Namun, sayangnya karena harus melarikan diri bersama seorang anak kecil membuat ibunya tidak bisa pergi lebih cepat hingga akhirnya ditangkap oleh anak buah mami Riska.Hukumannya sangatlah berat setelah mereka menemukan Sari (ibu Bayu). Kala itu mereka mengurung Sari di dalam sebuah gudang dan Sari diperkosa dan digilir oleh pria-pria bejat dan anak buah mami Riska dan para pelanggan yang membayar murah.Sejak itu Bayu jarang melihat ibunya selama berbulan-bulan hingga akhirnya Sari kembali pulang. Mami Riska membebaskannya setelah Sari menjadi gila dan ternyata dia juga sudah terkena penyakit kelamin.Itu sangat mengguncang hidup Bayu setelah ia perlahan jadi dewasa dan mengingat apa yang terjadi. Bukan berarti Bayu tidak marah atau menyimpan dendam terhadap Mami Riska. Namun, belum cukup saatnya untuk membalaskan itu ia hanya menunggu waktu dan memperkuat diri.Kembali mengingat itu membuat kedua tangan Bayu mengepal di kedua sisi. “

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Ban 199

    Melihat suapan terakhir itu Selvi tidak menolak, ia tetap melahapnya lagi hingga kedua pipinya terlihat besar karena dipenuhi oleh makanan.“Eumm … minhum!” Selvi mencoba meraih kembali gelas air.“Ini minum pelan-pelan.” Bayu membatu Selvi mengambilkan gelas dan langsung memberikannya ke mulut gadis itu. Mulut Selvi melepaskan gelas yang sudah kosong. “Ahh … kenyang banget. Aku rasa perutku benar-benar penuh.”Dengan mengusap perutnya Selvi kembali bersandar ke sisi sandaran ranjang. Berbeda dengan Bayu yang sedang meletakkan piring dan gelas ke atas nampan kecil yang dibawa Sri tadi.“Kalau gitu malam ini kamu sebaiknya tidur lebih awal. Aku tidak akan mengganggumu lagi untuk malam ini. Sekarang aku akan keluar untuk mengantarkan ini ke dapur, kalau begitu selamat malam, Selvi!” Sebelum keluar Bayu sempat mengusap pucuk kepala Selvi dengan lembut. Setelah itu barulah ia keluar.Dengan hati-hati Bayu yang akhirnya men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status