“Siapa dia, Cassandra?” Ethan mengulangi pertanyaannya, dan kali ini dengan nada yang lebih dalam, seolah setiap silabel adalah peringatan terakhir.Cassandra menelan salivanya yang terasa pahit. Jantungnya berdegup kencang, menghantam dinding dadanya dengan liar.“Dia ... dia Devan, Ethan. Sahabatku. Pria yang ... yang sempat menghubungiku di malam pertama pernikahan kita,” jawab Cassandra dengan suara yang nyaris hilang, tergagap oleh kegugupan yang nyata.Mendengar nama itu, cengkeraman tangan Ethan di pinggang Cassandra menguat secara drastis, hingga wanita itu harus menahan ringisan agar tidak memalukan di depan tamu undangan.Mata Ethan yang tajam kini terkunci sepenuhnya pada Devan yang mulai melangkah mendekat dengan wajah yang dipenuhi emosi bercampur aduk, antara rindu, benci, dan ketidakpercayaan.“Cassandra? Apa maksud semua ini?” Devan mencecar tanpa memedulikan tatapan dingin Ethan.“Kenapa kau ada di sini? Dan kenapa kau bersamanya? Selama bertahun-tahun kita bersama, k
Last Updated : 2026-02-07 Read more