Pukul satu siang, suasana restoran kelas atas yang menjadi tempat makan siang bisnis itu terasa tenang namun formal.Denting sendok yang beradu dengan piring porselen sesekali terdengar di antara gumaman rendah para tamu.Di salah satu meja sudut yang lebih privat, Ethan duduk dengan postur tegap, menghadapi Rocky, manajer pemasaran Lubis Corp yang ambisius.Cassandra duduk di sebelah Ethan, jemarinya bergerak lincah di atas tablet digital, mencatat setiap poin penting mengenai rencana ekspansi pasar ke Benua Eropa dan Asia.“Kita tidak bisa hanya mengandalkan distributor lokal di Berlin. Aku ingin Lubis Corp membangun kantor cabang sendiri di sana agar kendali kualitas tetap di tangan kita,” ujar Ethan dengan nada bicara yang tegas namun tenang.Rocky mengangguk dan menyimak dengan saksama. “Saya setuju, Tuan Ethan. Namun, untuk pasar Asia, terutama di Shanghai, persaingan harga sangat ketat. Saran saya, kita harus menggandeng mitra lokal untuk urusan logistik agar biaya operasional
Last Updated : 2026-02-15 Read more